Beritajatim Google  
 
Gubernur Minta Bank Selektif Kucurkan KUR

Minggu, 08 Juli 2012 15:04:30 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono

Jombang (beritajatim.com) - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo meminta bank selektif dalam mengucurkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat). Pasalnya, selama ini masih ada nasabah yang masih memiliki tanggungan, namun masih mengajukan lagi. Nah, jika hal itu terus dilakukan maka bank penyalur akan tenggelam.

Teguran itu disampaikan Pakde Karwo pada peringatan Hari Koperasi ke-65 Propinsi Jawa Timur, yang dipusatkan di Alun Alun Jombang, Minggu (8/7/2012). "Untuk KUR ini saya pesan betul cek agunan yang diajukan, jangan sampai masih memiliki tanggungan 30 persen namun tetap diberi kredit," ujarnya dihadapan ratusan hadirin.

Dia mengungkapkan, bank penyalur KUR akan tenggelam dan bangkrut jika tidak selektif terhadap nasabah. Oleh karen itu, Soekarwo berharap nasabah yang masih memiliki tanggungan tidak usah diberi. Karena kalau hanya untuk menutup sisa dan kemudian dibelikan kendaraan, maka malah Bank akan tenggelam sendiri.

Sebelumnya, Bupati Jombang dalam kesempatan rangkaian Hari Koperasi di pendopo menyatakan bahwa untuk membangun kopreasi diperlukan pendamping yang memiliki kemampuan berbasis komunitas. "Kalau perlu Dinas Koperasi Jatim menyediakan pendamping. Dan menyadarkan apakah koperasi petani masih diperlukan atau tidak," ujarnya.

Selama ini banyaknya kredit yang diduga fiktif, dikatakannya karena petani masih beradasarkan alamat. Bukan berdasarkan luas area. Dengan begitu, banyak kredit yang fiktif. "Kedepan, petani itu harus by area. Pengajukan kredit juga dilakukan secara kelompok tanggung renteng. Karena yang tahu persis luas area adalah tetangganya sendiri," ujar Suyanto.

Seperti diketahaui, kasus dugaan KUR fiktif mencuat dibeberapa daerah termasuk yang dikucurkan Bank Jatim di Jombang. kasus dugaan kredit KUR Fiktif ini mencuat setelah Lembaga Independen Pemantau Program (LIPP)KUR April lalu melaporkan ke Polres setempat. LIPP mengaku mengantongi sejumlah bukti penting yang menguatkan adanya indikasi ketidakberesan penyaluran KUR di Jombang lembaga independen ini kemudian melaporkan ke polisi.

Bukti yang saempat dibeberkan adalah, keterliban warga Dusun Belut Desa Ngumpul, Jogoroto, S, yang mengajukanKUR tahun 2011. S yang memiliki lahan tebu seluas 35 hektar mengajukan kredit sebesar Rpo 300 juta. Dan pengajuan itu disetujui pihak Bank Jatim.

Bahkan diantara para kreditur KUR fiktif itu, diduga banyak dinikmati sejumlah anggota DPRD Jombang. Modusnya, meski tidak punya lahan tetap bisa mencairkan kredit tersebut dengan cara mengakali ataupun menggunakan nama orang lain. Ada pula yang dengan mengatasnamakan lahan orang lain. [suf/kun]

 

Akses http://m.beritajatim.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
0 Komentar

04:31 Lamongan Bakal Dimanjakan Internet ...
10:40 Saham PGAS Tetap Seksi
07:40 Husky Rangkul BUMD, Pemkab Sumenep ...
22:53 Operasional BPR Besar Tak Harus Ter ...
15:20 Industri Migas Tingkatkan Pajak Res ...
14:15 Kejar Lebaran, Pipanisasi Blok Cepu ...
07:28 Awas!! Tabung Elpiji 'Aspal' Bereda ...
05:46 Perbankan Incar Kredit Rp 180 Milia ...
04:20 Elpiji Langka, Ini Langkah Bupati S ...
22:37 Banyuwangi Punya Bus Bandara, Bangu ...
17:02 Bank Jatim Raih Penghargaan Surabay ...
11:51 Direktur Keuangan PT Semen Indonesi ...
07:42 Dualisme Petani Hutan, Parlemen aka ...
19:04 Konflik Petani Hutan, Perhutani Tun ...
16:58 Hermawan Kartajaya: Tidak Jaman Mar ...