|
18 BPR di Jatim Jadi Pilot Project STKE
Selasa, 10 Juli 2012 08:30:36 WIB
Reporter :
Renni Susilawati
Surabaya (beritajatim.com) - Sedikitnya 18 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jatim menjadi pilot project dalam perluasan sistem transfer kredit elektronik (STKE). Sistem ini kedepannya akan semakin memperluasan jangkauan BPR yang ada di daerah. Karena selama ini STKE hanya bisa dilakukan antar bank nasional dan bank-bank besar saja.
Hal itu diungkapkan oleh Ronald Waas, Deputi Gubenur Bank Indonesia (BI), dimana implementasi STKE BPR Jatim ini akan menunjuk Bank Jatim sebagai Lembaga Apex BPR. Mengingat hanya BPR yang sudah memiliki APex saja yang bisa melakukan STKE BPR. Saat ini ada 331 BPR yang ada di Jatim tetapi hanya 18 yang siap. Dan jika pilot project ini sukses, rencananya BI akan menerapkannya untuk 1.681 BPR yang ada di Indonesia.
"Ini sangat penting menambah kenyamanan nasabah yang dimiliki BPR sendiri. Sebab selama ini meskipun BPR sudah diakui sebagai lembaga bank yang sah, tetapi nasabah tak bisa mengakses transaksi antar bank seperti yang didapatkan nasabah lain di bank-bank nasional lainnya yang ada di Indonesia," beber Ronald, dalam Kick Off pengembangan sistem STKE BPR di gedung BI Surabaya, Senin (9/7/2012).
Dikatakan sebenarnya saat ini sudah ada lima daerah yang sudah terwadahi dalam Apex yakni BPD Jatim, BPD Sumatera Barat, BPD Riau Kepri, BPD Jateng, BPD Kalimatan Selatan. Namun Jatim ditunjukkan sebagai pilot project karena transaksi kredit Jatim tertinggi kedua setelah Jakarta dengan jumlah Rp 1,4 Triliun dan memiliki jumlah UMKM terbanyak pula yang merupakan potensi penyaluran kredit terbaik bagi BPR.
"Dan ini dapat meningkatkan loyalitas nasabah BPR, sedangkan bagi Bank Jatim sebagai bank induk, maka citra bank-nya akan meningkat sebagai penyedia jasa sistem pembayaran sekaligus peningkatan fee base income," tandas Ronald Waas. [rea/but]
|