Malang (beritajatim.com) - Menjelang lebaran, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPWBI) Malang menghimbau masyarakat waspada terhadap peredaran uang palsu. Pasalnya, BI Malang menemukan adanya peningkatan meningkatnya jumlah peredaran uang palsu di Kota Malang, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2011.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala KPWBI Malang, Totok Hermiyanto, Sabtu (4/8/2012). "Saat ini jumlah uang palsu di Malang sekitar 2.500 lembar. Peningkatannya mencapai 55 persen dibandingkan periode yang sama pada pertengahan tahun lalu," kata Totok.
Untuk itu, ia menghimbau kasir perbankan maupun masyarakat umum meningkatkan kewaspadaan terkait peredaran uang palsu di Kota Malang. Apalagi menjelang momen lebaran, dimana banyak masyarakat yang membutuhkan uang baru.
"Kalau ingin menukar uang lebih baik ke bank saja. Kalau menukar uang di pinggir jalan harus waspada karena kita tidak bisa menjamin keamanannya," ujar Totok.
Meski demikian, Totok mengaku tak bisa memantau penjualan uang baru yang marak dijual di pinggir jalan menjelang lebaran. "Pemantauan kami hanya sebatas uang di area bank saja, kalau yang dijual di luar sudah bukan wilayah tanggung jawab kami," tandasnya.
Totok menambahkan, adanya peningkatan penemuan jumlah uang palsu tidak terlepas dari adanya peralatan pendeteksi uang. "Kita sudah punya pendeteksi uang untuk mengetahui keaslian uang. Tetapi kalau ada uang palsu yang lolos, berarti bahan dari uang palsu itu memang bagus," ungkap Totok. [num/kun]