Beritajatim Google  
 
Semester Pertama, Curah Pelindo III Berkurang

Minggu, 05 Agustus 2012 18:45:06 WIB
Reporter : Renni Susilawati

Surabaya (beritajatim.com) - PT Pelindo III mencatat arus perdagangan dalam negeri saat ini mendominasi arus perdagangan dari luar negeri yang datang  melalui pelabuhan yang dikelola PT Pelindo III. Komposisinya adalah arus perdagangan luar negeri mencapai 46 persen sedangkan arus perdagangan dalam negeri terealisir lebih besar yakni 54 persen.

Tingginya arus perdagangan dalam negeri saat ini menggeser arus perdagangan dari luar negeri yang tahun lalu dengan komposisi perdagangan luar negeri sebesar 44 persen dan dalam negeri sebesar 56 persen.

Hal itu terlihat dari jumlah arus barang yang masuk sepanjang semester I tahun 2012 ini mencapai  47,14 juta ton angka ini jauh lebih besar dari target yang dipasang PT Pelindo III sendiri di semester I tahun 2012 ini yang awalnya hanya sebesar 31,74 juta  ton. Bahkan lebih besar dibandingkan pencapaian tahun lalu di semester yang sama sebesar 46,12 juta ton.

"Tingginya pencapaian kami pda semester ini disebabkan peningkatan pada pelabuhan Tanjung Perak, Kotabaru dan Tanjung Intan," ujar Edi Priyanto, Kepala Humas PT Pelindo III.

Dimana saat ini pelabuhan Tanjung Perak, mampu menyumbang  sebanyak 6.7 juta ton, besarnya arus barang ini disebabkan meningkatnya jumlah barang impor terutama steel product, raw sugar, dan pupuk.

"Sementara di pelabuhan Kotabaru, terealisasi sebanyak 19,06 juta ton meningkat 2 kali lipat dari target semula, karena  meningkatnya produksi batubara di TUKS," ungkapnya.

Pelabuhan Tanjung Intan menyumbang sebesae 3,2 juta ton yang lebih banyak didominasi kegiatanbongkar muat komoditi batubara, pasir besi, gandum dan klinker.

Sedangkan arus barang kubikasi yakni hanya tercapai 2,29 juta M3 atau 96 persen total yang ditargetkan 3,06 juta M3.  Ketidak-tercapaian target arus barang dalam kubikasi  ini disebabkan karena arus barang dalam jumlah kubik menurun di beberapa pelabuhan termasuk di Tanjung perak sendiri dan Banjarmasin dan Tanjung Emas.

Arus barang untuk curah tercapai sebesar 14,7 juta ton/liter atauhanya 85 persen dari yang ditargetkan yakni sebesar 17,2 juta  ton/liter. Dan lagi-lagi salah satu penyebabnya karena arus barang curah di Tanjung perak tak maksimal, hal itu juga terjadi di pelabuhan Tanjung Intan dan Kotabaru.

Rinciannya Pelabuhan Tanjung Intan, hanya terealisasi sebesar 9,9 juta ton/liter. Hal ini disebabkan menurunnya jumlah muatan crude oil yang akan diproses ke dalam Kilang Pertamina yang rusak akibat kebakaran pada tahun 2011.

"Sedangkan Pelabuhan Tanjung Perak, hanya terealisasi sebanyak 1,1 juta  ton/liter yang terjadi karena menurunnya arus bongkar muat BBM melalui Pelsus TUKS hingga mencapai 58 persen. Dan di pelabuhan Kotabaru, terealisasi sebanyak 969.005 ton/liter yang terkendala karena adanya kebijakan pembatasan distribusi BBM bersubsidi dari Pertamina," tandas Edi.[rea/kun]

Akses http://m.beritajatim.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
0 Komentar

14:55 Burno dan Hery Wakili Jatim di Bida ...
14:00 Jelang Kenaikan BBM, Antrian di SPB ...
13:16 Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik
12:15 Tiap SPBU Dijaga 5 Polisi
08:07 Antisipasi Penimbunan, Brimob Patro ...
08:05 XL Modernisasi Jaringan di 4 Pusat ...
07:32 Harga Daging Sapi di Sumenep Tembus ...
17:00 Seluruh SPBU di Bojonegoro Dalam Pe ...
12:40 Ramadhan, XL Siap Tingkatkan Layana ...
11:12 Jamsostek Akan Garap Akses Informal
08:00 Rencana Kenaikan BBM Hantui Gudang ...
23:27 Vino Bastian: MYTEA Baik untuk Tubuh
17:37 Belum Ada Antrean di SPBU Bojonegoro
15:12 BBM Belum Naik, Harga Telur Ayam M ...
14:52 Saham Bank Jatim Salah Satu Unggula ...