|
Kena Flu Burung, Ratusan Ayam Dibakar
Senin, 25 Mei 2009 16:07:46 WIB
Reporter :
Abdul Qohar
Bojonegoro – Warga RT 12 RW II Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk di Kabupaten Bojonegoro digemparkan oleh data yang menyebutkan ayam milik warga setempat positif flu burung atau avian influenza (AI).
Akibatnya, seratusan ayam lebih milik Nur Sahid (29) dimusnahkan oleh petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnak) Pemkab Kabupaten Bojonegoro, Senin (25/5/2009).
Pantauan beritajatim.com di lapangan menyebutkan, ayam milik Nur Sahid awalnya hanya meninggal satu, yakni ayam jago.
Tetapi, sebelumnya sudah banyak ayam milik warga yang mati dan bangkainya dibuang ke bengawan solo. Takut terjadi apa-apa, Nur Sahid langsung menghubungi pihak Disnak Bojonegoro.
Tak berapa lama, Petugas Teknis Disnak wilayah Bojonegoro-Trucuk, Kasdar, datang ke rumah Nur Sahid dan langsung melakukan pemeriksaan.
Setelah didata dan diuji secara cepat atau rapites, disimpulkan bahwa ditempat tersebut positif flu burung. Akhirnya, dilakukan sosialisasi kepada warga agar memusnahkan ayam yang ditengarai sudah terjangkit virus AI.
"Kami takut mas, karena disekitar rumah saya kemarin juga ada ayam milik warga yang meninggal mendadak," kata Nur Sahid.
Diterangkan, dari pada terdapat apa-apa dibantu pegawai Disnak Bojonegoro dirinya menyembelih ayam dan membakarnya dibelakang rumah.
Setelah itu bangkai dikubur bersama dengan kandang yang sebelum dipakai tempat ayam. "Daripada nanti ada keluarga kami yang tertular, lebih baik kami musnahkan semua ayam yang ada,” terangnya.
Sementara itu Kasdar dari Disnak menegaskan, selain memberikan penyuluhan, pihaknya juga langsung melakukan penyemprotan dengan desinfektan selama tiga hari berturut-turut.
"Setelah itu, akan dilihat apakah masih ada ayam milik warga yang mati atau tidak,” terangnya.
Kalau masih ada, akan terus dilakukan penyemprotan hingga beberapa bulan mendatang dengan frekuwensi tiga hari sekali dalam satu bulan.
"Kami juga meminta warga, saat ayamnya meninggal jangan sampai dibuang terlebih dahulu. Sehingga, kami bisa meneliti bangkainya,” sambung Kasdar.[dul/ted] |