Makan Tongkol, Bocah Kena Penyakit Langka

Kamis, 02 Juli 2009 18:58:50 WIB
Reporter : Panca Rakhmad P

Batu (beritajatim.com) - Nur Rochman (6), warga jalan Diponegoro 3 Dusun Junwatu Desa/Kecamatan Junrejo Kota Batu, saat ini harus rela tubuhnya diperban lantaran mengidap Steven Johnson Syndrom, penyakit  alergi pada obat.

Tubuh putra pasangan Tri Susiati (28) dan Sudibyo Anton ini, hanya tergolek lemas di ruang isolasi anak Rumah sakit Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Dari tubuhnya, mengeluarkan cairan yang terkadang membesar dan meletus. Karena itu, tim medis terus menyedot cairan di dalam benjolan agar tidak terjadi infeksi. Sekujur tubuhnya yang melepuh kini harus diperban oleh tim medis.

Penderitaan Rochman ini berawal usai makan ikan tongkol dibibirnya yang kemudian muncul bintik-bintik akibat alergi. Selanjutnya, keluarga membawanya ke Puskesmas Junrejo pada 6 Juni lalu.

Oleh salah satu dokter yang bertugas di puskesmas itu, Rohman diberi obat jenis CTM, Dexa, Calcium, Caetat dan Amoxcicilin. Dua hari setelah mengkonsumsi obat ini, sekujur tubuhnya langsung muncul bintik-bintik merah. "Dua hari setelah mengkonsumsi obat, di tubuhnya langsung muncul benjolan kecil berwarna merah, kemudian kulitnya mengelupas. Lama-kelamaan dari kulit yang mengelupas itu, muncul bintik-bintik kecil seperti darah," kata Heri, Kamis(2/7/2009) salah satu keluarga korban.

Karena sakitnya semakin parah, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Tentara Soepraoen, namun dianjurkan ke RSSA karena rumah sakit tersebut tidak mempunyai ruang isolasi untuk penyakit Nur Rohman sehingga dilarikan ke RSSA Malang.

Kini, dalam sehari bocah ini harus dioleskan salep khusus sebanyak 3 kali dalam sehari. Satu salep seharga Rp 160 ribu. Keluarga Tri yang keseharian bekerja sebagai penjual gamping mengaku mengalami kesulitan dana, karena jamkesmas yang mereka miliki tidak bisa digunakan untuk menebus keseluruhan obat. "Yang diinginkan oleh keluarga tidak muluk-muluk, yang penting anak saya sembuh seperti sedia kala dan pengobatan di tanggung oleh puskesmas," jelas Tri saat dihubungi via telepon.

Tim medis menduga, Rohman terserang penyakit langkah yakni Steven Johnson Syndrom. Menurut Try, pihak puskesmas dan Wiwik Sukesih, Kepala Dinas Kesehatan
sudah mengunjungi keluarga korban di rumah sakit. Dalam kesempatan itu, puskesmas sudah mengganti biaya pengobatan sampai hari ini, sejumlah Rp 1,3 juta.

Ditempat terpisah, Wiwik ketika dikonfirmasi mengatakan ia tidak berani memberikan keterangan terlebih dahulu ke media, sebelum melaporkan masalah ini kepada walikota. "Sabar ya, saya lapor dulu ke walikota, baru nanti saya berikan keterangan, yang jelas kasus ini bukan mal praktek," katanya. [mad/kun]

Akses http://m.beritajatim.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Share
Bookmark and Share
KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
0 Komentar

20:42 12 Bacarek Unair Siap Bersaing
16:05 Bersaing Cari Mahasiswa, STAIN Jemb ...
15:21 Ditinggal Ayah dan Ibunya, Penderit ...
14:24 Duka Firmansyah, Bocah Yatim 7 Tahu ...
10:26 PersMA GITA UPN Jatim Kunjungi Kant ...
09:52 Bayi Tanpa Anus Butuh Uluran Tangan
20:37 Ubaya Tiga Kali Masuk PTS Unggulan
19:03 Lanjutkan Prestasi, Ubaya Bangun Si ...
14:50 Puluhan Korban Banjir Kediri Terser ...
11:00 Kaluarga Korban Malpraktik Puskesma ...
20:54 Nasib UPT Dispendik: Anggaran Seret ...
19:49 Kepala Puskesmas Terkesan Lepas Tangan
19:38 Usai Operasi Plasenta, Ibu Muda Kom ...
17:40 Hah... Sertifikasi Membuat Guru Hal ...
15:21 Tiga Kementrian Tunjuk UMM Kampus P ...