|
Terlambat ke Dokter, Penderita DBD Tewas
Minggu, 07 Februari 2010 16:31:21 WIB
Reporter :
Rindhu Dwi Kartiko
Madiun (beritajatim.com) - Adip Saputra 7 tahun putra pasangan Samidi dan Warsini warga RT 05 RW 01 Desa Gunung Sari Kec Madiun Keb Madiun, tewas. Bocah yang masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar Gunung Sari ini diduga tewas akibat demam berdarah.
Ayun May salah seorang kakak Adip mengatakan bahwa adiknya sudah menderita panas tinggi sejak Kamis kemarin. Namun karena keterbatasan dana dari orang tua mereka yang dalam kesehariannya bekerja sebagai buruh tani membuat mereka baru bisa memeriksakan adik kesayanganya tersebut pagi tadi.
“Adik masuk rumah sakit Sogaten, pagi tadi namun siang tadi adik sudah tidak ada,” ujar Ayun, sambil terus menangis, Minggu (07/02/2010).
Saat ini kondisi rumah duka sudah mulai dipadati pelayat. Sedang seluruh keluarga dari bungsu dari 4 bersaudara ini masih terlihat syok dan terus menangis sambil terus memanggil nama Adip dengan tatapan kosong.
Demam berdarah atau DBD ini disebabkan oleh gigitan nyamuk aides aegypti membuat penderitanya diserang panas selama beberapa hari kemudian berangsur angsur angsur dingin. Namun justru pada saat dingin tersebutlah fase kritis penderitaan dan jika selamat penderita menderita panas terlebih dahulu baru sembuh.
Kini pihak keluarga dan warga tersebut berharap adanya bantuan dari adinas terkait karena hingga saat ini sedikitnya ada 15 orang di desa Gunung Sari yang menderita demam berdarah. Sementara itu hingga saat ini pihak dinas kesehatan kab Madiun masih belum bisa dimintai konfirmasi.(rin/eda)
|
Akses http://m.beritajatim.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda. |
|
| |
|
|
|
|