|
Dibantu Dewan, Balita Pengidap Kelainan Empedu Dirujuk ke RS
Senin, 08 Februari 2010 13:46:59 WIB
Reporter :
Brama Yoga Kiswara
Malang (beeritajatim.com) - Atas bantuan beberapa pejabat Pemkab Malang, Eka Putra Prasetya, balita berusia 18 bulan yang mengidap penyakit Atresia Billier atau kelainan empedu, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (08/02/10) pagi. Eka dijemput langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Sanusi.
Sanusi yang juga menjabat Ketua DPC PKB itu, menjemput Eka di rumahnya menggunakan mobil dinas miliknya. Sunarti dan Solihin orang tua Eka, nampak sudah bersiap-siap. Meski tidak mengira jika anaknya akan segera mendapatkan perawatan medis.
“Karena Eka tinggal di daerah di mana saya terpilih menjadi Anggota Dewan, saya harus bertanggung jawab juga dengan semua pembiayaan Eka. Mudah-mudahan, setelah ini, kita akan menggalang dana buat Eka nantinya,” ucap Sanusi saat mengantar Eka ke rumah sakit.
Menurut Sanusi, kepedulian pada Eka bukan semata karena masalah politis. Tetapi, hal ini lantaran kemanusiaan saja. Lebih dari itu, Eka yang tinggal satu daerah pilihan (Dapil) saat dirinya menjabat, sudah sepantasnyalah menjadi tanggung jawabnya.
Tepat pukul 10.00 pagi, Eka akhirnya tiba di halaman Rumah Sakit Kanjuruhan, Kepanjen. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Malang itu, rencananya akan merawat Eka sampai satu hari saja. Besoknya, Eka langsung dibawa ke Rumah Sakit Syaiful Anwar, Kota Malang untuk melihat catatan medisnya saat ia pernah dirawat di rumah sakit itu beberapa tahun lalu.
“Karena penyakitnya sudah sangat kronis, mungkin hanya semalam saja dirawat disini. Kita akan berikan surat rujukan langsung ke RSSA Malang serta Rumah Sakit Dr. Soetomo di Surabaya. Besok, mungkin Eka sudah kami rujuk menuju dua rumah sakit yang punya fasilitas lebih lengkap itu,” ucap Direktur Rumah Sakit Kanjuruhan Dr. Lina Julianti, Senin (08/02/10).
Dijelaskan Lina, yang juga dokter spesialis mata itu, kondisi Eka sebenarnya cukup sehat. Hanya saja, karena memang penyakit yang dideritanya cukup langka dan sudah menjalar dihampir sekujur tubuhnya, hal itu membutuhkan penanganan tim dokter spesialis khusus. Tak itu saja, untuk memantau kondisi dan perkembangan Eka, pastinya akan dibentuk dokter-dokter senior diberbagai bidang. Dan itu, mustahil dilakukan dirumah sakit kanjuruhan yang secara tipenya saja, kalah kelas dengan rumah sakit RSSA Malang serta RSUD.Dr Soetomo di Surabaya.
Begitu turun dari mobil, Eka nampak terlelap tidur dalam gendongan ibu kandungnya. Eka lantas masuk ke ruang pemeriksaan anak di rumah sakit kanjuruhan. Disambut langsung Direktur rumah sakit tempat itu, Eka lantas ditangani dr. Luki Santi selaku dokter anak yang memeriksa kondisi Eka. Menurut Luki, perkembangan Eka dan kesehatannya cukup baik. Hanya, cairan empedu yang sudah melebur dalam perutnya, rupanya sudah menjalar disebagian tubuh dan kepalanya.
“Warna matanya yang kuning, dikhawatirkan cairan dari empedu sudah menjalar ke otak. Ini harus segera ditangani dan dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatannya dan harus dipantau beberapa dokter spesialis,” ucap Luki.
Untuk melihat perkembangan Eka, hari ini putra semata wayang Sunarti dan Solohin ini, menjalani rawat inap di Paviliun Erlangga Rumah Sakit Kanjuruhan, Kepanjen, Malang. Besok pagi, dengan rujukan tim dokter dan Pejabat Pemkab Malang, Eka akan dibawa ke Rumah Sakit Syaiful Anwar, Kota Malang. Sesampainya ditempat ini untuk melihat riwayat medis penyakit Eka, Eka pun akan dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan hingga sembuh. (yog/eda)
|