|
Pembesaran Hati dan Limpa, Kantong Empedu Eka Juga TakMengembang
Senin, 08 Februari 2010 14:46:14 WIB
Reporter :
Brama Yoga Kiswara
Malang (beritajatim.com) - Meski terlihat senang, wajah tegang dan gelisah masih terpancar wajah Solihin (32) dan Sunarti (25). Ayah kandung Eka Putra Prasetya, balita 18 bulan yang mengidap kelaian empedu (Atresia Billier) itu, Senin (08/02/2010), bergegas menutup dan mengunci semua jendala dan pintu rumah. Ia berkemas-kemas untuk membawa anaknya ke Rumah Sakit atas bantuan donatur.
“Maklum mas, tidak ada orang lagi di rumah ini. Sehingga, saya harus menutup dulu. Jika nanti anak saya harus dilakukan rawat inap, kami juga pasrah. Yang penting, anak saya bisa sembuh itu saja saya sudah bahagia,” terang Solohin, Ayah Eka yang nampak sedikit senang sewaktu anak semata wayangnya dirujuk ke Rumah Sakit Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Eka dan orang tuanya bahkan dijemput langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Sanusi. Menggunakan mobil dinas berplat merah, Sanusi pun mengatakan jika tujuan dirinya membawa Eka ke Rumah Sakit karena Eka tinggal di dapil tempat dimana ia mencalonkan diri sebagai anggota dewan.
Sesampainya di rumah sakit, Eka langsung diperiksa dokter anak Luki Santi. Di rumah sakit milik Pemkab Malang itu, Direktur rumah sakit bahkan turun tangan sibuk menangani penyakit yang diderita Eka. Termasuk, memeriksa Eka dan membaca semua riwayat medis penyakit Eka sewaktu dirawat di Rumah Sakit Syaiful Anwar, Kota Malang, beberapa tahun lalu itu.
Menurut dokter medis sesuai hasil catatan penyakit Eka, ada Aplasi atau pengecilan saluran empedu ditubuh Eka. Selain itu, kantong empedunya juga tidak bisa berkembang secara sempurna. Lebih dari itu, ada pembesaran hati dan limpa. Termasuk, saluran empedu dan disekitar hati, tidak berfungsi dengan baik.
“Kalau melihat hasil rongent yang keluar, masih bisa disembuhkan asal penanganannya dan cara penyembuhannya dilakukan dengan baik dan hati-hati. Karena dirumah sakit ini alat kami juga terbatas termasuk tim medis yang menangani, mungkin besok akan kami kasih rujukan ke RSSA Malang dan RSUD Dr Soetomo di Surabaya. Sehingga, penanganan Eka bisa dilakukan secara maksimal,” ungkap Direktur Rumah Sakit Kanjuruhan Dr. Lina Julianti, Senin (08/20/10) siang saat memeriksa kesehatan Eka.
Ditambahkan Lina, secara keseluruhan kondisi Eka sudah baik. Hanya, pada bagian tubuhnya yang sudah mulai berwarna kuning ini, dikhawatirkan jika tidak segera dirujuk pada Rumah Sakit yang lengkap secara alat dan tenaga medisnya, hal itu bisa berakibat buruk. Terlebih, pada bagian perut saat diperiksa dokter anak, sepertinya ada pembesaran hati termasuk banyaknya cairan yang meluber di dinding perut Eka.
“Artinya apa, cairan dari empedu itu sudah sampai pada mata. Sehingga, mata Eka terlihat sangat kuning. Dikhawatirkan bisa menyerang otaknya dan ini sangat beresiko. Kami jelas tak sanggup menangani karena keterbatasan tenaga dan alat medis. Tapi kami berjanji akan mengirimkan dan memberi semua kemudahan untuk dibawa ke RSUD Dr. Soetomo,” papar Lina yang juga dokter spesialis mata.
Ia juga menjelaskan, kalau memang bisa dioperasi nantinya, hal itu butuh tenaga medis yang ahli dan alat-alat kedokteran yang canggih. Sehingga, penanganan Eka bisa maksimal. Termasuk, jika memang diketemukan ada kerusakan hati yang parah, tidak menutup kemungkinan hal itu akan dilakukan transpalasi hati.
“Bisa saja ada transpalasi hati. Pasalnya, ada pembesaran pada hati dan limpanya. Tapi yang jelas, butuh penanganan serius dan maksimal dalam menangani penyakit Eka yang sangat langka ini,” kata Lina.
Sementara itu, Eka saat ini akan dirawat selama satu hari di Rumah Sakit Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Tujuannya, untuk mendapatkan perawatan awal. Dipastikan, Selasa (09/02/10) besok Eka akan langsung di rujuk ke Rumah Sakit Syaiful Anwar, Kota Malang. Usai dari tempat ini, Eka nantinya akan dibawa ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya untuk mendapatkan perawatan serius. (yog/eda)
|