|
SDN Sawojajar 1 Kota Malang Diskriminasi Siswa?
Jum'at, 29 Juni 2012 11:53:51 WIB
Reporter :
Hanum Oktavia
Malang (beritajatim.com) – Proses Penerimaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Malang kembali menuai keluhan masyarakat. Kali ini, keluhan berasal dari salah satu wali murid warga Jalan Kapi Pramuja Blok 18B no 17 Sawojajar Kabupaten Malang lantaran anaknya Keyla Putri gagal masuk SDN Sawojajar 1 Kota Malang.
Dicoretnya nama Keyla saat proses PPDB di SDN Sawojajar 1 tanpa alasan yang jelas. Diduga, ia tidak diterima karena orang tuanya yang tuna netra.
Kifli Ismunandar, ayah dari Keyla, mengatakan, ia mengetahui anaknya gagal masuk di sekolah itu pada saat pengumuman penerimaan siswa baru pada Rabu (27/6/2012) kemarin. "Anak saya menangis karena tidak diterima di sekolah itu tanpa ada alasan yang jelas," kata Kifli yang merupakan penyandang tuna netra ini.
Ia menilai, pihak sekolah mencoret Keyla dengan alasan yang tak jelas. Padahal saat tes akademik, Keyla merasa mampu menjawab seluruh pertanyaan dari guru penguji selama 15 menit.
"Setelah menjawab seluruh pertanyaan dalam ujian tes akademik itu, guru penguji bertanya pekerjaan saya. Keyla pun menjawab jika ayahnya tidak bekerja karena buta atau tuna netra. Sementara ibunya bekerja sebagai tukang cuci dan setrika baju. Anak saya jadi kecewa, apakah karena jawaban tentang pekerjaan itu yang membuatnya gagal masuk SDN Sawojajar 1," tutur Kifli.
Namun jika alasan tempat tinggalnya yang masuk wilayah Kabupaten, menurut Kilfli, dalih itu dirasa kurang tepat. "Banyak tetangga saya yang anaknya juga sekolah disitu, karena itu memang sekolah terdekat," ucapnya.
Kifli sendiri sebenarnya telah mendatangi sekolah untuk mempertanyakan alasan gagalnya anaknya diterima masuk sekolah. Tujuannya, mengetahui penyebab kegagalan tersebut. Sayangnya, keinginan itu tidak kesampaian karena tidak ada satu pun perwakilan sekolah yang mau menemuinya. "Saya hanya ditemui salah seorang anggota Komite Sekolah dan dijanjikan untuk dipertemukan dengan pihak sekolah beberapa hari lagi," ujar Kifli. [num/kun]
|