|
Polri Minta Maaf Atas Perilaku 'Evan Brimob'
Jum'at, 06 November 2009 14:46:41 WIB
Reporter :
---
Jakarta - Akibat ulah 'Evan Brimob' sang penulis status provokatif di situs jejaring facebook terus mendapat kecaman dari para facebookers. Mabes Polri pun angkat bicara atas prilaku anak buahnya yang salah tempat.
Ditemui di Mabes Polri Jakarta, Wakil Kepala Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Sulistyo Ishaq menyatakan, permohonan maaf kepada masyarakat dan orang-orang yang dirugikan akibat perbuatan anak buahnya.
"Sangat disayangkan, tapi kami juga menyampaikan permohonan maaf atas perilaku yang tidak pada tempatnya. Sanksi tergantung pemeriksaaannya. Apakah dia melanggar disiplin atau kode etik," ujar Sulistyo Ishak kepada wartawan di Jakarta, Jumat 6 November 2009.
Namun Sulistyo menilai, apa yang dilakukan anak buahnya pada status jejaring facebooknya adalah sikap emosional anak muda terhadap kata-kata yang terkesan menyudutkan polisi.
"Mungkin dia seorang facebookers anak muda emosionalnya mudah terpancing dengan kata-kata yang muncul. Dia sadari betul dan meminta maaf. Dia juga menyadari betul bahwa polisi bertugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," tuturnya.
Adapun kata-kata yang ditulis sang facebooker yakni "Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yg butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil..".
Tidak hanya itu, ulah, 'Ivan Brimob' ada pihak yang dirugikan yang terkena imbas adalah Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), di mana pada situs RSPP menjadi target hacker.
Situs ini tidak di-hack pada halaman beranda seperti pada umumnya. Pesan hacker dapat dilihat setelah mengklik 'start'. Pada halaman tersebut terlihat gambar-gambar Evan Brimob yang menggunakan pakaian dinas, tetapi sudah mengalami proses editing.
Pada halaman tersebut memperlihatkan tiga buah gambar,di mana gambar teratas memperlihatkan gambar Evan berpakaian dinas Bromob sedang di bidik dan bertuliskan "Target Operasi".
Meski mendapat banyak hujatan, akun Evan tetap ada yang memberi dukungan. Markas Besar (Mabes) Polri meminta masyarakat tidak terlalu jauh menanggapi akun facebook atas nama Evan Brimob.
"Sekarang ini eranya demokrasi, semua bebas berbicara," kata juru bicara Polri Inspektur Jenderal Nanan Soekarna di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 5 November 2009. (eda) Sumber : vivanews.com |
| KOMENTAR ANDA |
Posting Komentar |
|
aBDUR rAHMAN @
2009-11-16 15:25:47
apa sih definisi masyarakat uitu sendiri? coba didefinisikan ... |
|
|
|
|
oktady @
2009-11-08 22:17:24
"Sekarang ini eranya demokrasi, semua bebas berbicara," kata juru bicara Polri Inspektur Jenderal Nanan Soekarna di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 5 November 2009. Bener pak jendral , tpi asalkan tidak berbicara bebas yang mengarah ke provokatif dan sara , bisa2 kena UU IT , orang kritik Rumah Sakit Aja kena pengadilan |
|
|
|
|
dani @
2009-11-08 14:41:15
"Sekarang ini eranya demokrasi, semua bebas berbicara," kata juru bicara Polri Inspektur Jenderal Nanan Soekarna di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 5 November 2009. pak polisi... kalo era demokrasi emang bebas bicara tanpa aturan kaya even bajingan as@@@ ja@@@k itu....... go@@@@k pisan.......... |
|
|
|
|
tony @
2009-11-07 11:35:22
Sungguh memalukan... ada pernyataan seperti itu. Jika ditelusuri, dan saling menyadari, siapa sebenarnya polisi? Polisi adalah masyarakat... jadi jika polisi tidak butuh masyarakat, maka bubarkan saja institusi polri yang hanya 'berteman' pada penjahat kelas kakap, yang hanya bisa menangkap pencuri ayam, pengecer togel, atau pun hanya penangkap pemabuk. Sementara pengusaha miras, bos judi dan koruptor dibiarkan bebas. Kalo sudah begini, Polisi itu pengayom masyarakat atau pengayom penjahat? |
|
|
|
|
chandra @
2009-11-06 21:38:18
Bagaimana dengan Prita Mulya Sari yang benar - benar ungkap fakta.. malahan ditangkap Polisi...!!! Polisi bukan pengayom masyarakat... tapi beban masyarakat... kita maseh punya TNI yang ramah..!!! Lebih baik Polsi dibawah Depdagri |
|
|
|
|
|