|
Telkom dan LAPAN Percepat Alih Teknologi Satelit Rusia
Jum'at, 22 Januari 2010 21:17:09 WIB
Reporter :
Deni Ali Setiono
Surabaya (beritajatim.com)- Perusahaan 'plat merah' PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) dan Lembaga Penerbangan & Antariksa Nasional (LAPAN) mempercepat alih teknologi satelit Rusia.
Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan, untuk mempercepat alih teknologi ini pihaknya telah melakukan kerjasama penyertaan personil LAPAN untuk mengikuti program Internship pada pabrik satelit Telkom-3 di Rusia.
Ruang lingkup kerjasama itu mencakup pemanfaatan data Citra-Satelit yang disediakan LAPAN dalam rangka memenuhi kebutuhan Telkom untuk perencanaan, operasional dan pemeliharaan, pemasaran dan kebutuhan lainnya.
"Penyertaan personil Telkom dalam program pelatihan terkait pengolahan data citra satelit LAPAN; pemanfaatan fasilitas Telemetry Tracking & Command (TT&C) milik LAPAN untuk back-up operasi pengendalian satelit Telkom-1, Telkom-2 dan Telkom-3 dalam kondisi darurat," katanya melalui release resmi yang dikirim ke beritajatim.com Jum'at (22/1/2010).
Menurut Eddy Kurnia, rencananya pada 30 Januari 2010 mendatang, sebanyak dua orang tenaga ahli LAPAN dan 5 orang dari Telkom akan berangkat ke Zhelesnogorsk, Krasnoyarsky, Rusia untuk mengikuti Internship selama 18 bulan.
Pelibatan tenaga dari LAPAN lanjut Eddy Kurnia, dilakukan karena salah satu lingkup pekerjaan yang tertera dalam kontrak pembelian satelit Telkom-3 antara Telkom dengan Joint-Stock Company Academician M.F. Reshetnev ISS Rusia diawal Maret 2009.
"Keterlibatan tenaga dari LAPAN antara lain didasari oleh permintaan pihak LAPAN kepada Telkom yang direspon positif oleh jajaran direksi Telkom," ungkapnya.
Keputusan Telkom untuk mengikutsertakan LAPAN dalam program internship Satelit Telkom-3, selain merupakan kontribusi nyata Telkom dalam meningkatkan kemampuan nasional khususnya di bidang penguasaan teknologi satelit luar angkasa.
Melalui kerjasama ini, nantinya Telkom dapat memanfaatkan data Citra satelit LAPAN untuk memenuhi kebutuhan perencanaan, pemasaran, operasional, pemeliharaan dan kebutuhan lainnya. "Harapan kami ke depan akan semakin banyak SDM Indonesia yang handal di bidang persatelitan," tutur Eddy Kurnia.[dny/ted] |