Dua Warga Cedera, Pengembangan Roket Jalan Terus

Sabtu, 30 Januari 2010 15:30:42 WIB
Reporter : ---

Jakarta - Peristiwa cederanya dua warga Desa Pandanwangi akibat roket LAPAN nyasar tak menyurutkan pengembangan teknologi dirgantara. Teknologi roket sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemandirian.

"Teknologi roket sangat penting untuk keperluan pemantauan cuaca, pembawa satelit dan pertahanan negara, karena itulah mengapa Indonesia harus menguasai teknologi ini," kata Deputi Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Soewarto Hardhienata di Jakarta.

Apalagi, lanjut dia, teknologi roket sangat tertutup sehingga hampir tidak ada alih teknologi dari satu negara ke negara lain, sehingga konsekuensinya Indonesia harus mengembangkan sendiri teknologi ini.

"Bahan baku teknologi roket ini juga mudah untuk diembargo, sehingga kemandirian dalam pengembangannya mulai dari bahan baku hingga teknologi jadi sangat diperlukan," katanya.

Menurut Dirut PT Pindad Didik Avianto, sebuah roket selain dimuati GPS dan sensor akselerasi serta kamera, bisa dimuati berbagai peralatan untuk keperluan tertentu.

"Jika untuk keperluan pemantauan cuaca kamera yang dibawa, untuk keperluan peluncuran satelit maka satelit yang dibawa, demikian juga jika dibutuhkan untuk keperluan militer bisa dimuati dengan yang sesuai dengan itu," katanya.

Roket Kendali Nasional (RKN) yang dibiayai sistem insentif ristek tersebut merupakan program Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) bekerja sama dengan LAPAN, PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad.

Pada 27 Januari itu, untuk kedua kalinya lokasi milik TNI AU yang luasnya sekitar 80 ribu hektare dengan panjang 13km dan lebar 1km di Lumajang itu digunakan untuk uji terbang dari roket tipe RX 1210 single stage dan RX 1213/1210 double stage serta RKN 200.

Pada awalnya akan dilakukan pengujian 14 roket, tetapi hanya 10 roket yang sempat diterbangkan, sembilan di antaranya berhasil terbang dengan performa sangat baik, namun untuk RKN 200 double stage kinerja terbang tak seperti diharapkan, sehingga selongsong roket jatuh menimpa rumah singgah (saung) penduduk.[ted]

Sumber : inilah.com

Akses http://m.beritajatim.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Share
Bookmark and Share
KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
Viva  @  2010-02-06 07:08:31
Seharusnya semua area milik TNI steril dari apapun, semuanya full untuk Riset.
1 Komentar 1  
   Berita Terkait : roket , lumajang ,

14:18 Facebook, Google, Situs Porno Palin ...
10:50 Ini Dia Senjata Tifatul Hadapi Tero ...
21:42 FlexiNet Tawarkan Akses Internet Ta ...
10:02 Internet RI Lebih Banyak Buat Fac ...
08:16 Ditemukan, Koin Alexander Agung di ...
19:56 Peneliti Temukan Katak Hilang 30 Tahun
13:15 BB Beri Kesempatan Pelanggan Jadi M ...
14:34 Matahari Dekati Siklus Badai 11 Tah ...
17:40 Indosat Optimistis Kecepatan Data A ...
14:28 Smart Berambisi Jadi Pemain Utama L ...
10:58 Pemkab Jombang Blokir Facebook
07:45 Fosil Ikan Prasejarah Raksasa Dite ...
14:43 XL Lempar 10 Ribu Kartu Internet Un ...
18:54 BB Android Indosat Dibadrol Rp 2,9 ...
11:25 Menkominfo: Tarif Internet Akan Turun