|
Flexi Chatting Diharapkan Beri Konstribusi Pelanggan 20 Persen
Minggu, 31 Januari 2010 14:59:41 WIB
Reporter :
Deni Ali Setiono
Surabaya (beritajatim.com) - Pasca dilaunching dipasaran dua minggu lalu, Divisi Telkom Flexi area Jatim, Bali, Nusra berharap banyak ponsel Flexi Chatting dan ponsel Flexi Ngrumpi bisa memberi konstribusi peningkatan pelanggan 20 persen di Jatim dari total pelanggannya yang mencapai 5 juta.
General Manager Commerce Divisi Telkom Flexi area Jatim, Bali, Nusra, Suparwiyanto mengatakan, saat ini pelanggan Flexi yang mengakses dengan Flexi Chatting dan Flexi Ngrumpi di Jatim mencapai sekitar 7 persen dari total pelanggan Flexi. Sedangkan pelanggan yang memakai paket data networking (PDN) mencapai 12 persen. "Growth pelanggan yang mengakses Flexi Chatting dan Ngrumpi pasca dilaunching naik empat kali lipat," katanya kepada beritajatim.com di Gramedia Expo, Minggu (31/1/2010).
Menurut Suparwiyanto, meningkatnya pengakses Flexi Chatting dan Ngrumpi dipicu oleh networking Flexi yang mengalami perbaikan dan ditambah beragamnya konten serta harga handset yang relatif terjangkau bagi masyarakat. "Dengan harga cuma Rp 299 ribu kami berharap bisa mendongkrak lagi jumlah pelanggan Flexi yang baru," paparnya.
Ditambahkan Suparwiyanto, dengan menggarap pasar situs jejaring pihaknya sangat optimistis dua produk ini bisa memicu pertumbuhan pelanggan Flexi. Pasalnya, selain harganya relatif terjangkau bagi kantong masyarakat. Ponsel Flexi Chatting dan Flexi Ngrumpi dilengkapi fitur Facebook (FB), Yahoo Messenger, dan Twitter yang selama ini banyak dikunjungi oleh masyarakat. "Kami sengaja menyediakan untuk pelanggan utamanya yang belum mampu membeli BlackBerry," tambahnya.
Ponsel Flexi Chatting dan Ngrumpi saat dipasarkan dua minggu lalu lanjut dia, sudah terjual 7500 unit. Bahkan, akhir bulan ini permintaan dari masyarakat sangat tinggi sehingga pihaknya dalam waktu dekat akan mendatangkan ponsel tersebut lebih banyak lagi. "Respon masyarakat sangat antusias ini bukti kalau saat ini masyarakat mulai beralih yang semula hanya kirim SMS dan voice kini bergeser ke situs jejaring," ujar Suparwiyanto. [dny/kun] |