Pilwali Surabaya
Arif Afandi: Saya Kok Sehati dengan Adies
Selasa, 23 Februari 2010 18:20:06 WIB
Reporter :
Rahardi Soekarno J.
Surabaya (beritajatim.com)- DPD Partai Demokrat (PD) Jatim memang telah memberikan rekomendasi resmi kepada Arif Afandi untuk maju menjadi cawali Surabaya, Senin (22/2/2010) kemarin.
Sedangkan pasangan cawawalinya hingga saat ini belum jelas. Meski begitu, Arif memastikan dirinya akan menggandeng Ketua DPD Partai Golkar (PG) Surabaya Adies Kadir.
Sayangnya, Arif terpaksa menunda rencana deklarasi bersama Adies Kadir yang sedianya digelar pada 28 Februari 2010. Rencana deklarasi urung dilakukan karena masih banyak persiapan yang harus diselesaikan.
"Kayaknya kok ditunda ya rencana deklarasi 28 Februari itu. Gimana ya, kalau dengan Adies itu saya kok sehati. Saya sreg dengan Adies. Bersama dia, punya kesamaan platform dan sama-sama muda. Adies juga dari kalangan profesional," kata Arif kepada wartawan seusai menghadap Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di ruang kerja wagub, di Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa (23/2/2010).
Arif juga menyebut berpasangan dengan Adies, karena punya tujuan untuk memenangkan pilwali Surabaya 2 Juni 2010. Pasalnya, Adies yang berasal dari Partai Golkar memiliki massa sangat besar dan menargetkan menang pilwali. Kendati sudah punya calon, Arif tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pembina DPP PD. Apalagi, Ketua Umum DPP PD Hadi Utomo sudah mewanti-wanti agar Arif terus menjalin komunikasi dengan Dewan Pembina PD.
"Dalam rekomendasi DPP, cawali yang ditunjuk diberi diberi kelonggaran untuk menentukan calon wakil walikota. Meski begitu, saya akan terus menjalin komunikasi dengan Dewan Pembina PD seperti saran yang diberikan ketua umum," imbuhnya.
Ketua DPD PD Jatim Ibnu Hajar saat dikonfirmasi menjelaskan, untuk penunjukan cawawali yang berpasangan dengan Arif, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PD. "Bisa ditunjuk langsung dari atas (DPP) dan mungkin juga ditentukan atas pertimbangan dari Arif Afandi sendiri. Asalkan, penentuan cawawali tidak salah pilih dan membuat tingkat elektablitas serta popularitas malah menurun," tegasnya. [air/tok]
|