Media dan Politik Pemilu (4)
Editorial Media Ekspresikan Kepentingan Perusahaan

Senin, 30 Maret 2009 13:21:00 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan

Jember - Amerika Serikat membedakan antara sikap editorial dengan reportase di lapangan dalam pemilu. Editorial bisa berpihak, namun reportase tidak boleh bias.

Hal ini disampaikan Bill Kovach dan Janet Steele, dalam surat elektroniknya kepada saya, soal bagaimana media massa seharusnya meliput pemilu. Peran media massa dalam pemilu Amerika Serikat tempo menjadi bahan rujukan.

"Benar, cara pandang pada halaman editorial mengeskpresikan kepentingan perusahaan," kata Kovach, mantan pemimpin redaksi Atlanta Journal-Constitution dan penulis buku Sembilan Elemen Jurnalisme.

Namun, tambah Steele, editorial memang diizinkan untuk bias. Ada pagar api antara editorial dan berita. "Sebuah suratkabar bisa saja mendukung Obama secara editorial, tapi tetap harus memperlakukan dua kandidat (Obama dan McCain) secara adil dalam peliputan berita. Kritik dari kiri ke kanan mengeluhkan bias media, tapi mereka tidak mengeluhkan bias editorial," kata profesor George Washington University itu.

Di AS, pengaruh perusahaan lebih tak langsung dan tidak personal jika dibandingkan di Indonesia. "Contohnya jika Aburizal Bakrie memiliki Washington Post dan CNN, tetap akan ada liputan kritis terhadap Lumpur Lapindo dalam berita. Saya tidak yakin kita bisa mengatakan hal yang sama di Indonesia," kata Steele.

Di Amerika Serikat, ada perdebatan apakah media massa terlalu liberal. Ada argumentasi bahwa mereka cenderung liberal jika dilihat dari cara pandang individu jurnalis. Jurnalis lebih liberal dibandingkan yang lainnya, dan cenderung memilih Demokrat. Namun, ada pendapat juga bagwa media massa cenderung konservatif jika dilihat dari sudut pandang perusahaan pemilik media.

"Saya pribadi peran profesionalisme jurnalistik memainkan bagian penting. Tak peduli apakah seorang jurnalis liberal secara individual, dia tetap bertanggungjawab untuk mereportasekan berita secara adil," kata Steele.

Sayangnya, menurut Kovach, beberapa media massa gagal menghidupkan nilai-nilai yang mengekpresikan sembilan elemen jurnalisme.

"Ada penerbitan dan media siaran, seperti The New Yorker atau Fox News atau MSNBC, yang orang tahu akan mengekpresikan cara pandang politik yang jelas," katanya. Itulah kenapa orang membaca atau menontonnya karena mereka menginginkan berita yang sejalan dengan mereka, bukan berita yang tak bias.

Di AS, sempat muncul tuduhan serius dari kelompok konservatif dalam kampanye McCain, soal media massa yang terlalu liberal dan mendukung Obama dalam pemberitaan. Tuduhan ini lebih serius ketimbang tuduhan bahwa media massa AS mendukung Obama dalam kebijakan editorial.

Ombudsman koran Washington Post menulis beberapa kolom untuk menanggapi tuduhan itu. Ombudsman adalah pembela konsumen yang tidak memihak. Biasanya diangkat oleh perusahaan media massa dari kalangan jurnalis sendiri untuk menerima dan menyelidiki keluhan warga terhadap media massa itu sendiri.

Hasilnya, ombudsman Washington Post membenarkan bahwa ada beberapa berita koran tersebut yang memiliki bias pro-Obama, dan itu salah dan harus dikoreksi. Ombudsman juga menekankan bahwa setelah Obama menjadi presiden, koran tersebut akan lebih kritis terhadapnya. [wir]

Akses http://m.beritajatim.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Share
Bookmark and Share
KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
0 Komentar

09:42 Ingin Go International, D'Masive Be ...
16:37 Mantan Model Playboy Menangkan Kont ...
14:38 Seniman Sidoarjo Merasa Ditelantarkan
17:18 Carlos Slim Terkaya di Dunia Versi ...
10:57 Wuih..4 Minggu Pasca Melahirkan, Je ...
11:04 Bintang Avatar Tak Bisa Hidup Tanp ...
07:27 Anand Senang Dipanggil Polisi Soal ...
17:53 Hah...Baru 3 Persen Perempuan yang ...
12:00 Istri Melahirkan, Carlos Tevez Seli ...
13:08 Pesta Reuni, Lelang Foto-Foto Sekol ...
12:31 Foto-Foto PKI Tempo Doeloe Laku Keras
12:16 Makan Cokelat dan Berwisata Ilmiah ...
12:02 Frans Mewarisi 5 Ribu Foto Tempo Do ...
11:12 Memilih Wanita Sesuai Payudaranya ( ...
10:34 Hah!! Mahasiswa Bugil di Siaran TV ...