|
Liputan Pemilu Media Tahun Ini Lebih Baik
Kamis, 09 April 2009 22:18:00 WIB
Reporter :
Oryza A. Wirawan
Jember - Liputan pemilu 2009 oleh media massa lebih baik jika dibandingkan dua pemilu pasca reformasi lalu. Media massa lebih informatif dan proporsional.
Penilaian ini dikemukakan Veven Wardhana, penulis buku dan pengamat budaya massa kepada beritajatim.com, Kamis (9/4/2009). "Membaca banyak media cetak, nonton banyak siara televisi, saya tidak melihat ada penganaktirian atau penganakemasan," katanya.
Veven sempat mengira surat kabar sebesar dan seberpengaruh Kompas cenderung mendukung Susilo Bambang Yudhoyono. "Toh berita tentang sikap polisi yang katanya cenderung memihak SBY juga ada di Kompas," jelasnya.
Informasi yang bagus juga disajikan majalah Tempo yang membuat silsilah partai politik peserta pemilu. Veven mengatakan, sajian itu sangat membantu pemilih memahami partai politik dan calon legislator.
Di Indonesia, ada pengusaha cum politisi atau birokrat yang menguasai perusahaan media massa. Namun Veven memandang, kecenderungan untuk berpihak pada preferensi politik 'sang bos' tak tampak.
Veven mencontohkan Metro TV dan Media Indonesia yang dimiliki Surya Palloh. "Saya tidak melihat ada kecenderungan untuk mempromosikan Golkar dan Jusuf Kalla dan sejenisnya. Apalagi kalau baca editorialnya," katanya.
Dalam hal ini, media massa saat ini lebih baik daripada media massa saat pemilu 1999 dan 2004. "Tahun 1999, saya menjadi koordinator pemberitaan pemilu di televisi. Saya menemukan banyak pemihakan media, kendati kurang mereka sadari," kata Veven.
Veven justru memandang persoalan pemilu kali ini lebih terletak pada Komisi Pemilihan Umum, dibandingkan partai dan caleg.
Bagaimana dengan kontroversi pemberitaan dugaan politik uang yang menyeret nama anak SBY dan membuat tiga pemimpin media sempat jadi tersangka?
Veven mengaku tak mengikuti pemberitaan tiga media itu. Namun, ia mencoba bersikap positif terhadap langkah kepolisian yang langsung menetapkan tersangka, begitu ada laporan pencemaran nama baik dari Edhie Baskoro Yudhoyono.
"Soal polisi, kurasa bukan over reaktif, tapi sangat sigap. Begitu seharusnya sikap polisi. Coba kalau sikap polisi juga sama sigapnya dalam menghadapi laporan lain. Siapa tahu ini titik pijak awal untuk menjadi sigap di lain kesempatan mendatang," kata Veven. [wir]
|