|
Penjualan Parcel Imlek Naik 10 Persen
Selasa, 02 Februari 2010 21:23:56 WIB
Reporter :
Deni Ali Setiono
Surabaya (beritajatim.com)- Menjelang tahun baru China (Imlek) yang kurang 14 hari lagi berimbas terhadap penjualan parcel. Pasalnya, diprediksi penjualan parcel Imlek bakal naik 10 persen seiring dengan banyaknya permintaan.
"Puncak permintaan parcel Imlek diperkirakan terjadi pada H-5 hingga H-7," kata Staf Penjualan Parcel Frans Market di Jalan Walikota Mustajab Yosi Christianingsih saat ditemui beritajatim.com , Selasa (2/2/2010).
Menurut Yosi Christianingsih, tren parcel Imlek masih didominasi produk makanan minuman khususnya kue keranjang yang selama ini menjadi ciri khas Imlek. "Produk lainnya seperti parcel keramik ada juga yang minat tapi sedikit. Tapik kalau keramik, mayoritas pembeli parcelnya untuk kenang-kenangan," paparnya.
Mulai banyaknya permintaan parcel Imlek membuat toko Parcel Frans Market mendatangkan langsung produk. Salah satunya kue keranjang yang didatangkan langsung dari Tegal Jateng.
"Untuk pernik-perniknya yang dijadikan hiasan di dalam parcel ada beberapa produk impor," tutur Yosi Christianingsih.
Disinggung mengenai harga jual parcel Imlek per unitnya. Dijelaskan Yosi Christianingsih, satu unitnya dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 85 ribu hingga Rp 1,5 juta setiap parcel.
"Umumnya penjualan parcel Imlek 50 persen didominasi oleh produk makanan dan minuman dari total penjualan. Sisanya didominasi oleh penjualan parcel produk keramik dan alat rumah tangga," tuturnya.
Hal senada juga dikemukakan Anisah selaku Staf Penjualan Toko Parcel Elson Surabaya. Menurut dia, parcel produk makanan dan minuman banyak diminati oleh pembeli. Bahkan, konstribusinya mencapai 60 persen. Sisanya didominasi oleh parcel keramik dan alat rumah tangga.
"Saat ini pembeli paling banyak didominasi oleh golongan individu dan umum," pungkasnya.
Selain pembelinya dari Surabaya kata dia, pembeli dari daerah lain seperti Sidoarjo, Gresik, Jakarta, Yogyakarta, dan Surakarta banyak memesan parcel Imlek dari Surabaya.[dny/ted]
|