|
Jelang Imlek Permintaan Mamin Diprediksi Naik 20 Persen
Jum'at, 05 Februari 2010 17:27:36 WIB
Reporter :
Deni Ali Setiono
Surabaya (beritajatim.com)- Menjelang H-8 Tahun Baru China (Imlek) Februari 2009 permintaan makanan dan minuman (mamin) diprediksi naik 20 persen dibanding kondisi normal.
Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Mamin) Jatim, Yapto Willy Sinatra pada hari tahun baru itu permintaan mamin seperti coklat, makanan ringan, dan minuman olahan bakal terjadi kenaikan.
Yapto menambahkan kendati dirinya tidak bisa merinci berapa besaran permintaan mamin saat menjelang Imlek, peningkatan bakal melonjak pada H-3 menjelang Imlek.
Pasalnya, saat ini beberapa produsen mamin masih memacu produksinya sebagai antisipasi melonjaknya permintaan mamin.
Ia menjelaskan, diprediksi lonjakan mamin lokal masih mendominasi dibanding mamin impor meski perdagangan bebas ACFTA China-Asean sudah diberlakukan.
"Saya kira mamin lokal masih mendominasi sebab mereka mamin impor khususnya China belum banyak memanfaatkan kondisi ini meski sudah ada perdagangan bebas," ungkapnya.
Disinggung mengenai adanya kekhawatiran serbuan produk mamin China di Jatim. Dituturkan Yapto Willy, pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan mengingat saat ini produk mamin lokal sudah mendapat tempat di hati konsumen.
"Dulu produk mamin China memang marak tapi untuk saat ini kalah dibanding mamin lokal," ungkapnya.
Untuk stok produk mamin tambah Yapto, Gapmmi Jatim menjamin penjualan mamin menjelang Imlek tetap mencukupi. Pasalnya, di sejumlah pusat perbelanjaan sebagian besar telah melakukan tambahan stok untuk kebutuhan dua hingga empat bulan mendatang. "Sebagian besar pusat perbelanjaan seminggu yang lalu sudah mulai menambah stok barang khususnya mamin," ujarnya.[dny/ted]
|