Prihatin Kecelakaan Didominasi Roda Dua
Tahun Depan, Pemprov Angkut Motor Pemudik Pakai Truk
Kamis, 23 Agustus 2012 18:58:56 WIB
Reporter :
Rahardi Soekarno J.
Surabaya (beritajatim.com) - Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan prihatin atas tingginya angka kecelakaan arus lalu lintas selama mudik-balik lebaran 2012. Apalagi, kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia itu didominasi pengendara roda dua.
"Kami akan evaluasi arus mudik menggunakan kendaraan roda dua untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas mulai tahun depan. Pasti akan segera ada evaluasi dan pembenahan," katanya kepada wartawan di kantor gubernur, Kamis (23/8/2012).
Pemprov pada tahun ini telah menyediakan angkutan mudik bus, kapal dan kereta api (KA) gratis. Mulai tahun depan, pemprov menggagas untuk menyediakan truk besar khusus mengangkut sepeda motor pemudik. Sedangkan, pemudiknya akan dinaikkan bus gratis dengan tujuan beberapa daerah.
"Kami paham bahwa motor salah satu penunjang untuk mobilisasi di desa ketika mudik, apalagi tidak ada larangan mudik menggunakan motor. Nah, untuk menghindari kecelakaan, mulai 2013 kami mencoba sistem ini, yakni mengangkut motor dengan truk seperti angkutan motor milik dealer, kemudian pemilik naik bus," tuturnya.
Berdasarkan data dari RTMC Polda Jatim dalam Operasi Ketupat Semeru 2012 yang digelar sejak Selasa (10/8/2012) hingga Rabu (22/8/2012) tercatat 836 kasus kecelakaan di Jatim. Padahal tahun 2011, selama 16 hari Operasi Ketupat Semeru tercatat 652 kasus.
Rinciannya, untuk jumlah korban meninggal dunia tahun ini sampai kemarin ada 97 korban orang, 70 orang luka berat dan 843 orang luka ringan. Padahal tahun lalu tercatat 87 orang meninggal dunia, 125 orang luka berat, dan 471 orang luka ringan. "Data dari Polda itu, sebanyak 70 persen kecelakaan didominasi oleh pengendara motor. Apalagi banyak ditemukan satu sepeda motor kadang dipakai lebih dari dua orang, serta muatan barang yang tidak seharusnya dibawa menggunakan motor. Logikanya, kalau barang di depan, terus mau belok pasti sangat mengganggu dan itu rawan kecelakaan," pungkasnya. [tok/but]
|
| KOMENTAR ANDA |
Posting Komentar |
|
Al-insan , 2012-08-24 10:12:15
Pak Gubernur ngapunten, saya kira solusina bukan itu. Warga Jatim yang mati sia-sia di jalan hampir setiap minggu, penyebanya adalah kondisi jalan yang tidak memadai dan tidak manusiawi lagi. Antara bus, mobil, truk, dan sepeda motor berimpit di satui jalan. Jalur Surabaya ke Madiun-Kediri sudah jadi jalur tengkorak. Kondisi ini itidak seharusnya terjadi jika ada jalan toll di jalur ini. Mohon perhatian Pakde Karwo dan Gus Ipul untuk segera itu mewujudkan JALAN TOLL Surabaya ke arah Madiun dan sekitarnya.
|
|
|
|
|
Al-insan , 2012-08-24 10:09:54
Pak Gubernur ngapunten, saya kira solusina bukan itu. Warga Jatim yang mati sia-sia di jalan hampir setiap minggu, penyebanya adalah kondisi jalan yang tidak memadai dan tidak manusiawi lagi. Antara bus, mobil, truk, dan sepeda motor berimpit di satu jalan. Jalur Surabaya ke Madiun-Kediri sudah jadi jalur tengkorak. Kondisi ini itidak seharusnya terjadi jika ada jalan toll di jalur ini. Mohon perhatian Pakde Karwo dan Gus Ipul untuk segera itu mewujudkan JALAN TOLL Surabaya ke arah Madiun dan sekitarnya.
|
|
|
|
|
|