|
Duh! Oknum Bonek Bikin Ulah di Stasiun Cepu
Senin, 11 Januari 2010 18:41:43 WIB
Reporter :
Abdul Qohar
Bojonegoro (beritajatim.com) - Inilah akibatnya kalau pengiriman suporter tanpa koordinasi. Dan untuk kesekian kalinya, oknum Bonek lagi-lagi bikin ulah usai menyaksikan tim kebanggaannya bertanding away ke kandang Pelita Jaya di Karawang.
Kali ini, beberapa oknum bonek tersebut bikin ulah di Stasiun Cepu, Jateng, Senin (11/1/2010) dengan merampas makanan milik para pedagang setempat. Aksi tersebut bermula saat oknum beratribut bonek tersebut pulang dari Karawang dengan menumpang kereta api (KA) dan singgah di Stasiun Cepu.
Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan menyebutkan, selain merampas makanan milik pedagang, mereka juga melempari warga dengan batu saat berusaha menghardiknya.
Mendengar adanya aksi anarkis oleh oknum bonek, petugas di Stasiun Kota Bojonegoro langsung menghubungi pihak Polres Bojonegoro dan Polsek Kota. Tujuannya tak lain adalah untuk mengamankan stasiun agar kondisi di Cepu tidak terulang di Bojonegoro.
Mendengar adanya kabar itu, seratusan petugas kepolisian langsung bersiaga penuh. Jumlah persoinil yang diturunkan sebanyak 1 pleton lebih dan kebanyakan dari Satsamapta Polres Bojonegoro.
Kasat Samapta Polres Bojonegoro, AKP Temmy A Rachman membenarkan adanya kejadian di Cepu dan antisipasi di Stasiun Kota Bojonegoro. "Pengamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi keamanan di stasiun. Sebab pihak kami mendapat informasi kebrutalan bonek di Stasiun Cepu," katanya.
Ternyata benar, kereta api barang dari arah barat yang masuk di jalur 4 stasiun sudah nampak berdiri ratusan bonek dengan berbagai atribut dan tampilan khas supporter Persebaya Surabaya.
Di atas kereta itu juga terdapat sisa batu yang berserakan dan juga di dasar gerbong terbuka. Namun, aksi mengkhawatirkan yang dilakukan bonek tidak terulang. Hanya sejumlah orang turun, lalu meminta minum dan rokok kepada penumpang di dalam kereta KRD yang kebetulan akan berangkat ke Surabaya. Walaupun begitu, pedagang Stasiun Bojonegoro sempat ketakutan akan dagangannya.
Seperti dikatakan oleh Jumilah, pedagang warga Sumbang. Menurutnya, dirinya sempat kawatir kalau bakal terjadi tindak anarkis di stasiun, seperti yang dikabarkan di Cepu. "Makanya ketika mendapat informasi dari pihak stasiun, kami langsung menutup semetara dagangan ini," terangnya.
Terpisah, Kepala Stasiun Bojonegoro, Suprapto mengaku juga sempat khawatir dengan kedatangan Bonekmania. Makanya, dia langsung berkoordinasi dengan Polres Bojonegoro untuk bantuan pengamanan. [dul/kun]
|
Akses http://m.beritajatim.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda. |
|
| KOMENTAR ANDA |
Posting Komentar |
|
bayu @
2010-05-10 05:25:50
bonek bonek,,,,,,,,,,,,mati o ae kabeh,,,,,,ga jearn bonek mesti ngisruh,,,,,,lha wong wonge ancene bdoh bdoh kabeh,,,, |
|
|
|
|
abdi @
2010-01-25 08:41:38
mohon dikaji ulang tenteng berita yang ga bener tentang bonek kemarin yang ke bandung.. aq iki yo bonek seng melok budal nang bandung dadie yo sitik akeh ngerti kejadiane iku.... dan tolong diperhatikan bonek lewat dengan damai diprovokasi sama warga solo dan pegawai stasiun yang melempari batu para bonek,memprihatinkan sekali pegawai stasiun disolo sudah tahu kereta api milik negara kok dirusak sendiri gmn tuh.... dan tanya sendiri warga dibandung tentang bonek kita menginap disalah satu warga bandung dia mengatakan salut sama bonek.. kalo wartawan tahu dan meliput dengan benar kita pulang ajah masih banyak warga bandung dijalanan hanya untuk mengatakan hati hati bonek dijalan sambil mengatakan sampai jumpa.. anehnya berita banyak yang meliput bonek bikin rusuh.. itu tidak benar.. seng penting salam 1 hati bonek viking.... |
|
|
|
|
AREK SUROBOYO @
2010-01-14 10:12:02
@PAWANG BONEK : Saya prihatin dengan komen anda tentang Surabaya. Aku yo wong Suroboyo (Simokerto), tapi mestinya introspeksi dulu. Sebelum anda mengomentari para pedagang dari daerah lain anda mestinya mengomentari dulu warga Surabaya lain yg senasib/sejajar dengan mereka. Apakah kita tidak melihat disekitar kita. Aku iki wong Suroboyo, tonggo tonggoku yo wong Suroboyo, aku yo pasti ngerti mereka mereka yg pas pasan itu lho jadi apa, sik mending jualan, modal dana, ketekunan dan sedikit keahlian. Tapi saya tidak akan menyebut profesi seperti yg anda katakan. Tapi pada dasarnya saya tidak mau munafik. Harus saya akui suporter Aremania jauuuuh lebih dewasa dan tertib dibanding Bonek. Kalo Bar Bar sik ga sampai segitu, cuman etika dan sopan santun yang perlu terus diperbaiki. Kalo anda yang mengaku Pawang Bonek ingin ketemu saya boleh silahkan datang konco tonggo yo akeh Bonek. Lek pengen diparani duduhno biasa cangkruan nang endi awakmu. |
|
|
|
|
PAWANG BONEK @
2010-01-14 09:16:26
M-post @ Klo Sampek Aremania Berani datang Ke Surabaya ,… Nggomong Seng tha… Kepingin MoLeh Jeneng ThoK opo??? Rombong Bakso Ne sopo sing MancaL…. LA MANIAk@ JOKO TINGKIR AKAN MEMUSNAHKAN MU.. (Lha Wong Wingi Ae 0-0 koK apene Memusnahkan… Nek Nggomong pikiren dhisik, MamuLo tha Sekolah Sing Pinter Nak, Ben isok buka Giraz, Soto, Tahu Tek… Awas Rombonge… pokok ojok dodolan nang Lamongan Ga’ Payu, nang Suroboyo ae.. awakmu lak babu tha nang Suroboyo juragane khan Arek Suroboyo… wes ayo gawekno aq koPi sing Enak… Tahu Tek’ e rong piring Puedes poLL… Teh Botol Sosro@ iki BakuL sosro yo meLok comment…. The mu numplek kuapok koeN yoW…. Sesungguhnya…. BONEK tidak hanya berani bertarung di lapangan Hijau, tetapi BONEK juga berani bertaruh NYAWA di Jembatan Merah… iki sejarah… Wes iki ae dhisik Commentku. |
|
|
|
|
BONEK BAIK @
2010-01-14 09:14:24
mohon untuk beritajatim.com dan wartawannya, agar berita yang jelek dan buruk tentang BONEK karena berita pemerasan, perampasan, pengrusakan jangan di sampaikan di media, karena jangan sampai citra BONEK rusak dan terpuruk karena . Sampaikanlah berita yang baik-baiknya saja, ditutupi saja berita jelek BONEk dg berita yang baik..okay |
|
|
|
|
|
|
|
|
|