Surabaya (beritajatim.com) - Ketua Umum PSSI Hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Ancol, La Nyalla Mahmud Mattalitti, buka suara terkait upaya PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin yang memanggil pemain-pemain dari klub Indonesia Super League (ISL), untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia, baik itu senior maupun U-23.
Dalam pernyataan terbuka yang dikirim ke redaksi beritajatim.com, Selasa (16/4/2012) malam, Nyalla menilai upaya Djohar memanggil pemain ISL untuk memperkuat Timnas tidak akan mendapat respon. "Sebab, seluruh Klub ISL, yang merupakan peserta dan pemilik suara dalam KLB, telah memilih Ketua Umum PSSI yang baru," tulisnya.
Ia menambahkan, seluruh klub ISL akan menyerahkan pemain terbaiknya ke Timnas yang ia bentuk, dengan pelatih Alfred Riedl. "Jadi tidak ada alasan bagi Johar Arifin untuk memanggil para pemain ISL, yang beberapa waktu yang lalu dikatakan tidak perlu bermain di Timnas karena sudah terkontaminasi dengan pola bermain sepakbola lama dan gaya mafia," tambahnya.
Selain itu, Nyalla menyebut lawatan ke Palestina tidak masuk dalam kalender International atau Match Calendar FIFA. "Dan menurut Annex 1 Article 1 point 3 Regulations on the Status and Transfer of Players 2010, tidak ada keharusan bagi Klub untuk mengikutsertakan pemainnya," tutur Nyalla.
"Saya menghimbau kepada seluruh Klub ISL untuk tetap tenang dan tidak menghiraukan gangguan-gangguan yang ada. Tetap kosentrasi pada kompetisi dan fokus pada peningkatan prestasi. Yakinlah, tidak lama lagi dualisme organisasi ini akan berakhir. Dan kita akan wujudkan sepakbola yang lebih baik dan berprestasi," tutupnya. [sya]
Berikut Surat Terbuka La Nyalla Mahmud Mattalitti:
Salam olahraga,
Saya atas nama Ketua Umum PSSI yang dipilih oleh Anggota PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta, 18 Maret 2012, menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat luas, khususnya insan sepakbola tanah air, perihal upaya Saudara Johar Arifin dalam menarik para pemain ISL untuk masuk dalam tim nasional yang mereka bentuk.
Berikut pernyataan saya;
FIFA dan AFC dalam suratnya menyatakan bahwa telah terjadi dualisme organisasi sepakbola di Indonesia. Untuk itu, FIFA dan AFC melalui gugus tugas yang dibentuk, akan meneliti dan akan memberi keputusan tentang dualisme tersebut paling lambat 15 Juni 2012.
Anggota PSSI melalui KLB di Jakarta 18 Maret 2012, telah memilih Komite Eksekutif PSSI yang bertugas menjalankan roda organisasi PSSI ke depan. Termasuk di dalamnya menjalankan amanat Kongres 17 Maret 2012, dimana salah satunya adalah menyiapkan skuad Tim Nasional. Dalam menjalankan amanat tersebut, saya telah memanggil pelatih Alfred Riedl untuk membesut Timnas PSSI hasil KLB Jakarta. Sekaligus saya menugaskan Wakil Ketua Umum, saudara Rahim Soekasah untuk memimpin Badan Tim Nasional.
Belakangan ini, Saudara Johar Arifin, yang mengaku atas nama PSSI, setelah gagal memanggil klub-klub ISL, kini melakukan upaya pemanggilan para pemain ISL untuk memperkuat Tim Nasional yang dia bentuk.
Langkah ini tentu tidak akan mendapat respon. Sebab, seluruh Klub ISL, yang merupakan peserta dan pemilik suara dalam KLB, telah memilih Ketua Umum PSSI yang baru. Sekaligus telah mencabut mandat mereka atas Johar Arifin. Semua pihak sudah mengetahui itu. tidak perlu saya jelaskan di sini runtutannya.
Sekarang, ada pihak yang mengatakan bahwa Klub ISL tidak nasionalis, karena tidak menyerahkan pemainnya untuk masuk Tim Nasional. Siapa bilang?
Seluruh Klub ISL akan menyerahkan pemain terbaiknya ke Tim Nasional yang saya bentuk, dengan pelatih Alfred Riedl.
Jadi tidak ada alasan bagi Johar Arifin untuk memanggil para pemain ISL, yang beberapa waktu yang lalu dikatakan tidak perlu bermain di Timnas karena sudah terkontaminasi dengan pola bermain sepakbola lama dan gaya mafia.
Lagipula, perlu diketahui, tidak ada satupun agenda FIFA dalam bulan April dan Mei mendatang. Lawatan ke Palestina sama sekali bukan agenda FIFA, karena pertandingan tersebut tidak masuk dalam kalender International atau Match Calendar. Dan menurut Annex 1 Article 1 point 3 Regulations on the Status and Transfer of Players 2010, tidak ada keharusan bagi Klub untuk mengikutsertakan pemainnya.
Upaya pemanggilan para pemain ISL oleh Saudara Johar Arifin justru mengganggu kosentrasi pemain dan Klub, dalam menjalani kompetisi Super League putaran dua.
Saya menghimbau kepada seluruh Klub ISL untuk tetap tenang dan tidak menghiraukan gangguan-gangguan yang ada. Tetap kosentrasi pada kompetisi dan fokus pada peningkatan prestasi.
Yakinlah, tidak lama lagi dualisme organisasi ini akan berakhir. Dan kita akan wujudkan sepakbola yang lebih baik dan berprestasi.
Jakarta, 18 April 2012
La Nyalla Mahmud Mattalitti