|
Pasca Suramadu, Investasi Masuk Madura Baru Rp 2 T
Senin, 07 Desember 2009 16:52:50 WIB
Reporter :
Rahardi Soekarno J.
Surabaya (beritajatim.com) - Infrastruktur Jembatan Suramadu mulai membuahkan hasil. Meski masih sekitar tujuh bulan diresmikan, saat ini investasi di Madura mulai meningkat. Sedikitnya sudah ada investor yang siap menanamkan modalnya di Madura dengan nilai Rp 2 triliun.
Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, konsep pengembangan industri di Jatim mengacu pada klaster industri dan sentra industri. Dengan demikian, diharapkan industri menyebar sesuai dengan potensi lokal.
Sedangkan untuk meningkatkan pertumbuhan industri, ada empat kunci yang harus dibangun. Yakni, pembangunan infrastruktur, ketersediaan listrik, pembangunan pelabuhan dan penyediaan air bersih. "Jadi sangat wajar jika infrastruktur Jembatan Suramadu sudah dapat digunakan, maka akan muncul investor di Madura," kata Gus Ipul, Senin (7/12/2009).
Sejak tahun 1967 hingga saat ini, investasi di Jatim terdapat 2.800 industri, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
Tetapi, dari PMDN dan PMA tersebut hanya tersebar di 14 kabupaten/kota, yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Banyuwangi, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Kediri, Kabupaten Probolinggo, Jember, Jombang, Tuban, Lamongan dan Situbondo.
Sejak adanya Jembatan Suramadu, kini ada tambahan dua investasi baru di Madura dengan nilai sekitar Rp 2 triliun di Sumenep dan PMA di Sampang. "Hal ini jelas menunjukkan bahwa infrastruktur menjadi salah satu pertimbangan utama untuk menarik investor.
Contohnya saja, sebelum jalan tol Porong-Gempol putus, Pasuruan menjadi investasi nomor dua di Jatim. Saat ini Pasuruan menempati ranking empat," tandasnya.
Ia menambahkan, karena hanya 14 daerah yang diminati oleh investor, Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim berusaha menjual 24 daerah lainnya agar diminati investor. "BPM Jatim juga membentuk forum BPM se-Jatim yang beranggotakan BPM di 24 kabupaten/kota. Forum ini terus merumuskan agar daerah-daerah tersebut diminati investor," pungkasnya. [tok/kun] |