|
Paripurna Ricuh, Dewan Tuban Nyaris Jotosan
Senin, 08 Februari 2010 18:24:11 WIB
Reporter :
Abdul Qohar
Tuban (beritajatim.com) - Untuk kesekian kalinya, rapat paripurna dengan agenda pembentukan kelengkapan DPRD Kabupaten Tuban harus berakhir dengan kericuhan.
Sejumlah anggota fraksi yang menentang keputusan sepihak dari Ketua DPRD harus terlibat adu mulut dan hampir terjadi saling jotos antar wakil rakyat itu.
Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Senin (8/2/2010) menyebutkan, kericuhan tersebut bermula saat rapat paripurna pembentukan kelengkapan dewan dimulai.
Belum lama rapat berlangsung, sudah ada interupsi dari beberapa anggota dewan, khusus menyoroti penetapan para anggota dewan yang duduk di masing-masing komisi.
Khususnya mereka yang berseberangan dengan Ketua Dewan, Kristiawan. Diantaranya dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) dan Fraksi PDIP DPRD Tuban.
Para wakil rakyat itu memprotes sikap Ketu Dewan Tuban yang dianggap otoriter dan arogan. Kristiawan dianggap membuat keputusan sepihak, terkait calon anggota komisi dan sebelumnya tidak mengacu pada keputusan masing-masing fraksi.
Karena dianggap semena-mena, puluhan anggota dewan dari sejumlah fraksi langsung protes dan yang paling keras dilontarkan oleh FKB dan FPDIP.
Awalnya protes hanya disampaikan dengan adu mulut saja dan saling mencerca. Tetapi, lama-kelamaan bertambah panas dan ada sebagian yang sampai membanting buku, menggebrak meja dan piring.
Kericuan semakin menjadi-jadi dan hampir saja terjadi saling adu jotos antar wakil rakyat yang terhormat. Namun, akhirnya keributan bisa dikendalikan, setelah beberapa anggota fraksi lain ikut melerai.
Tak ingin keributan terulang, akhirnya rapat paripurna yang digelar kesekian kalinya itu diskors selama 10 menit. Tetapi, saat dimulai lagi-lagi keributan terulang dan tak berubah seperti sebelumnya.
Anggota dewan dari PDIP, Karjo mengaku kecewa dengan Ketua DPRD Kristiawan yang seenaknya sendiri menjalankan tugas. "Ini yang ketiga kalinya sejak pembahasan pembentukan komisi, tetapi lagi-lagi tak berhasil," katanya.
Menurutnya, selama ini persoalan pada aturan yang tidak pernah dipakai oleh Ketua Dewan dan arogansi selalu dinomor satukan. "Itu yang kami sesalkan. Sebab, penetapan tidak sesuai dengan usulan fraksi," sambungnya.
Sementara itu Ketua DPRD Tuban Kristiawan yang mendapat cercaan seakan tak bergeming dan tetap pada keputusannya. Sehingga, bisa jadi hingga saat ini DPRD Kabupaten Tuban menjadi satu-satunya DPRD di Indonesia yang belum mempunyai alat kelengkapan dewan.[dul/ted] |