|
Polemik Blok Cepu, MCL-Dewan Saling
Senin, 08 Februari 2010 20:07:26 WIB
Reporter :
Abdul Qohar
Bojonegoro (beritajatim.com) - Setelah diagendakan sebelumnya, akhirnya rapat bersama antara Komisi A DPRD Bojonegoro, Mobil Cepu Limited (MCL) dan BP-Migas akhirnya bisa digelar.
Bertempat di ruang paripurna DPRD Bojonegoro di Jl Trunojoyo, Senin (8/2/2010), rapat sempat sedikit tegang.
Sebab, operator Blok Cepu, MCL masih bersikeras tidak akan memberikan ganti rugi berupa uang tunai kepada para korban bau busuk di sekitar operasi.
Pendirian tegus dari MCL itu sejak beberapa waktu lalu juga tidak berubah, bahkan setelah adanya kejadian kedua beberapa hari lalu yang membuat 15 warga lebih mual dan muntah-muntah.
Eksternal Relation Manager MCL, Deddy Afidick tetap berpegangan kalau belum adanya aturan yang untuk diberikannya hak kompensasi tunai kepada warga sekitar Blok Cepu.
"Terjadinya kesalahan dalam proses produksi migas itu sesuatu yang bisa saja terjadi," katanya sambil disambut gelengan kepala oleh para anggota dewan.
Dan untuk mengatasi hal itu, selama ini MCL sebagai operator Blok Cepu telah membangun berbagai fasilitas kesehatan dan mengadakan berbagai program peningkatan kualitas masyarakat.
"Bisa dilihat langsung apa yang sudah dibuat oleh MCL di sekitar Lapangan Banyuurip," tambahnya.
Mendapati komentar MCL seperti itu, perwakilan DPRD Bojonegoro membalas. Ketua Komisi A Agus Susanto Rismanto yang juga Ketua Tim 5 masalah Blok Cepu, menyanyangkan sikap MCL tersebut.
Menurut Agus yang juga menjabat Ketua DPC PNBKI Bojonegoro itu, tuntutan warga untuk meminta kompensasi bencana kepada operator migas adalah sesuatu yang wajar pula.
"Oleh karena itu, kami akan terus berupaya memfasilitasi pertemuan warga dengan MCL untuk menghasilkan kesepakatan bersama," tambahnya.
Sementara itu Ketua Divisi Humas BP Migas, Amir Hamzah yang diundang khusus dalam pertemuan itu menegaskan, bahwa kepentingan masyarakat harus diutamakan.
Apalagi warga di sekitar pengeboran adalah pihak yang paling merasakan dampak dari adanya eksplorasi minyak. Termasuk bau busuk dan lainnya.
Karena pada pertemuan pada siang tadi belum menghasilkan kesepakatan yang resmi, maka pertemuan antara MCL dan warga sekitar Blok Cepu ditunda kembali pada Selasa (9/2/2010) besok.[dul/ted]
|