Surabaya (beritajatim.com) - Terkait wacana penggandengan Bambang DH - Tri Risma Harini, 19 dari 31 pengurus anak cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang ada di Kota Surabaya mendatangi posko pemenangan Saleh Mukadar - Bambang DH.
PAC tersebut, menyatakan dukungan moril kepada Sabar untuk terus maju pada pilwali Surabaya mendatang.
Ketua PAC Tandes PDIP Surabaya Suharno mengingatkan, bahwa sesuai hasil rapat cabang khusus (rakercabsus) DPC PDIP Surabaya beberapa waktu lalu yang telah memutuskan bahwa cawali dan cawawali yang diusung PDIP adalah dari kalangan kader sendiri.
Kalangan kader PDIP Surabaya tersebut adalah Saleh Ismail Mukadar (mantan Ketua DPC PDIP Surabaya) yang diposisikan sebagai cawali, Bambang D.H. (wali kota Surabaya) dan Wisnu Sakti Buana (Ketua DPC PDIP Surabaya) masing-masing sebagai cawawali.
"Keputusan itu sudah final dan kami berharap semua bisa mematuhi," ujar Suharno saat ditemui di posko Sabar Jalan Kertajaya Surabaya, Senin (08/02/2010).
Suharno menilai, bahwa tidak segera turunnya rekomendasi dari DPP PDIP soal cawali dan cawawali memunculkan kepentingan-kepentingan yang sengaja merusak partai dari dalam.
Munculnya nama Tri Rismaharini, Kepala Badang Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya yang akan dipasangkan dengan Bambang D.H., diramalkan bakal reaksi keras di kalangan kader PDIP sendiri.
Pasalnya Risma sendiri bukan kader PDIP yang dikhawatirkan jika diusung menjadi wali kota akan dikendalikan oleh oknum tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi.
Sementara itu, Sekretaris PAC Krembangan menyayangkan sikap tokoh PDIP yang juga Wakil Ketua Bidang Otoda DPP PDIP, Sutjipto dengan pernyataanya yang mendukung Risma untuk menjadi cawali yang diusung PDIP.
Menurut Sutjipto, kemampuan dan kualitas Kepala Bappeko Surabaya itu tidak diragukan lagi. Tentunya DPP PDIP tidak akan ragu lagi merekom Risma berpasangan dengan Bambang untuk maju sebagai cawali dan cawawali.
Bahkan Sutjipto mengaku optimistis 95 persen rekom DPP PDIP akan jatuh ke pasangan Risma dan Bambang.
"Kami menyayangkan sikap Pak Tjip. Untuk itu, kami minta DPP PDIP mengungatkan beliau. Padahal dulu beliau pernah bilang dari kader untuk kader," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Posko SABAR, Eddy Wahyudi mengatakan, jika DPP memberikan rekomendasi kepada pasangan Risma-Bambang, maka SABAR akan bubar.
"Jika itu terjadi, maka kami akan mundur. Harus dibedakan antara wilayah relawan dan partai," katanya.[rif/ted]