Beritajatim Google  
  
Istri Kedua Bupati Kediri Dicueki Demokrat

Selasa, 09 Februari 2010 08:27:43 WIB
Reporter : Nanang Masyhari

Kediri (beritajatim.com) – Meski sempat mencoba keberuntungan mendaftar melalui Partai Demokrat (PD), Kepala Desa (Kades) Wates, Nurlaila, Bakal Calon (Bacalon) Bupati Kediri periode 2010-2015 terancam ‘dicueki’.

Wacana politik itu muncul setelah adanya klaim dari sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PD bahwa rekomendari dari DPP dipastikan turun kepada kandidat pasangan calon Yuliantoro, pengurus harian Yayasan Puri Cikeas dan Purwanto.

“Saya sudah yakin sekali, bahwa anak saya Yuliantoro bakal mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Kediri. Karena apa, visi dan misinya jelas. Dialah orang yang memang tepat dibutuhkan oleh partai untuk membesarkan partai,” ungkap Dewan Penasihat Yayasan Puri Cikeas, Siti Alfiah Sokidjo kepada beritajatim.com

Niat sejumlah pengurus DPP PD untuk merestui Yuliantoro memang nampak jelas. Buktinya, ketika pria kelahian Kabupaten Kediri yang besar di Jakarta ini menyerahkan berkas pendaftaran ke Kantor DPC PD Kabupaten Kediri Senin (8/2/2010) kemarin, didampingi langsung oleh beberapa pengurus dari pusat. Seperti, Juwari, Kasubsi Jawa Timur, Ragil, salah satu Staf Kepresidenan RI, Baiduri, fungsionaris Yayasan Puri Cikeas dan Siti Alfiah sendiri

Mubaidillah, salah satu tim sukses Nurlaila, bacalon bupati yang dikenal sebagai istri kedua Bupati Kediri Sutrisno ini saat dikonfirmasi mengenai klaim rekomendasi dari sejumlah DPP PD menjawab dengan enteng.

”Tidak semudah itu, karena partai juga memiliki mekanisme,” kata Mubaidillah melalui ponselnya.

Selain itu, Nurlalila, yang juga penasihat dari Pondok Pesantren Jabal Nur itu masih memiliki dukungan dari koalisi PAN dengan 24 Partai Nor Parlemen (PNP) yang sudah memenuhi syarat mutlak 15 persen dukungan.

Sementara itu, Ketua DPC PD Kabupaten Kediri Koesjanto menjamin tidak akan ada tragedi turunnya rekomendasi PD kepada salah satu pasangan calon secara tidak fair, atau lebih awal dari keputusan DPP PD.

“Rekomendasi memang dari DPP, namun saya yakin ada mekanisme yang jelas dalam penjaringan calon ini. Ada tahapan survey lapangan, dan ada tahapan penyampaian visi misi calon. Semua mekanisme ini akan dilalui terlebih dahulu, sebelum akhirnya turun rekom,” tandas Koesjanto.

Sekedar diketahui, hari ini adalah batasan akhir para bacalon untuk menyerahkan kembali formulir pendaftaran yang sebelumnya diambil dari Partai Demokrat. Setelah itu, DPC PD Kabupaten Kediri akan mengirimkan ke DPP PD untuk diverifikasi. (nng/eda)

Akses http://m.beritajatim.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Share
Bookmark and Share
KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
0 Komentar

19:17 KPU : Pelantikan Bupati Bukan Kewe ...
17:53 Jelang Lebaran, Anggota Dewan Sura ...
17:17 Lagi-lagi DPRD Tulungagung 'Plesir'
16:57 Calon Kapolri, Nanan atau Imam?
16:45 Ha..Dari 300 Perusahaan, Baru 8 Ber ...
16:27 Aksi Walk Out Warnai Pengesahan SQ
16:25 Perusahaan di Jombang Lecehkan SE G ...
15:33 Kenapa Bung Karno Sangat Lantang pa ...
15:04 Apindo Jatim: Ketegangan Indonesia- ...
14:59 GMNI Malang: Usir Warga Malaysia Se ...
14:43 Tarif Angkutan Umum di Blitar Tak A ...
14:28 Mantan TKI Ikut Bantu Galang Relawan
14:08 Aliansi Jurnalis Minta Zakat di Ged ...
13:33 Siswa SMA Berjualan Parsel di Gedun ...
13:28 Kadishub Pastikan Adanya Penumpukan ...