|
GRIB Serukan Revolusi Konstitusional Demokratis
Sabtu, 14 April 2012 18:20:06 WIB
Reporter :
Oryza A. Wirawan
Jember (beritajatim.com) - Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) menginginkan pemimpin baru negara dipilih melalui proses yang konstitusional dan demokratis. Mantan Komandan Korps Pasukan Khusus Prabowo Subianto menjadi alternatif.
Hal ini disampaikan salah satu anggota Dewan Pembina GRIB, Mayor Jenderal (purnawirawan) Amir Thoha, dalam pengukuhan pengurus GRIB Tapal Kuda I, di lapangan Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (14/4/2012).
GRIB adalah organisasi kemasyarakatan yang diketuai Hercules Rosario Marshal. Organisasi ini sejak awal bertekad untuk menyukseskan Prabowo menjadi presiden RI 2014-2019.
Thoha mengingatkan, selama 14 tahun reformasi, tidak ada perkembangan signifikan yang melegakan bangsa Indonesia. "Rakyat miskin semakin banyak, pengangguran semakin banyak, kehidupan semakin sulit. Ini mengusik rasa kejuangan kita," katanya.
GRIB menginginkan agar bangsa Indonesia kembali kepada Undang-Undang Dasar 45 dan Pancasila secara konsisten. "Kita melakukan revolusi secara konstitusional. Pada saatnya nanti kita memilih pemimpin baru, sehingga (sosok pemimpin) mulai dipelajari. Gunakan secara demokratis hak kita di bilik suara," kata Thoha.
Indonesia membutuhkan pemimpin baru yang mampu mengayomi, jujur, dan berani membela kepentingan rakyat. Pemimpin yang memiliki komitmen menegakkan pasal 33 Undang-Undang Dasar, yang menyatakan sumber daya alam dan bumi seluruh isinya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. [wir]
|