Beritajatim Google  
 

Maju Capres 2014
Prabowo 'Sowan' di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo Kediri
 

Senin, 21 Mei 2012 07:25:43 WIB
Reporter : Nanang Masyhari

Kediri (beritajatim.com) - Walaupun Pemilihan Umum (Pemilu) masih dua tahun lagi, namun nama-nama kandidat presiden 2014 mulai marak di bicarakan. Hal ini wajar, sebab Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY tidak bisa mencalonkan kembali sebagai presiden pada pemilu 2014 nanti, karena sudah menjabat dua periode.

Seperti, Ketua PMI Jusuf Kalla, Ketua Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Selain mereka juga ada nama-nama yang berasal dari kalangan muda diantaranya, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Ketua Fraksi PDIP DPR Puan Maharani dan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Diantara nama-nama tersebut, Prabowo Subianto nampaknya paling siap maju. Bahkan, dia sudah melakukan "sungkem" meminta restu dan bermunajat di Petilasan Pamuksan Sri Aji Joyoboyo Maharaja Jayabhaya, raja Kadiri di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Raja Kediri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157.

"Mau pemilihan presiden pasti ramai. Seperti pemilihan lalu, banyak sekali tokoh yang ke sini, baik datang sendiri maupun mengirimkan utusan. Sebulan lalu, orang suruan dari Prabowo Subianto telah kemari. Mereka datang bersama beberapa orang. Kemudian satu orang utusan melakukan sungkem pada tengah malam," ujar Mbah Misri, juru kunci petilasan Joyoboyo yang sudah berumur 80 tahun itu, Senin (21/05/2012).

Diantara presiden Indonesia, imbuh Misri, hanya ada dua presiden yang datang langsung ke petilasan Joyoboyo. " Pertama, Soekarno dan yang kedua adalah Gus Dur (Abdurrahman Wahid). Gus Dur datang kemari menggunakan kursi roda, sebelum wafat. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo juga pernah datang kemari," imbuh pria tua yang meneruskan ayahnya menjadi juru kunci sejak masih muda itu itu.

Situs berupa petilasan tempat menghilangnya (muksa) Prabu Joyoboyo ini dikenal akrab di telinga masyarakat karena selain menjadi lokasi wisata juga dijadikan salah satu tempat untuk mencari berkah. Puluhan hingga ratusan orang akan memadati tempat yang berada sekitar 12 kilometer arah utara Kota Kediri itu pada malam Jumat Legi atau Selasa Kliwon dan tanggal 1 Muharam (Suro).

Upacara adat Jawa pun sering digelar oleh keluarga Keraton Yogyakarta. Menurut cerita rakyat, Prabu Joyoboyo adalah raja besar di tanah Jawa pada masanya. Ia dipercaya sebagai titisan Betara Wisnu, dewa pemelihara keselamatan dan kesejahteraan dunia. Sang Prabu membuat Jongko Joyoboyo yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi di dunia ini. [nng/kun]

 

Akses http://m.beritajatim.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
0 Komentar

22:34 Kompak, Punya Latar Maqom Sosial Sa ...
22:15 Duh, 375 THL Dishubkominfo Pamekasa ...
21:12 Peni Suparto Diisukan Meninggal
19:20 Tim Sukses: Sekdakot dan Ketua DPRD ...
17:15 Proximity: AJI Raup 31,91 Persen!
16:55 LSI: AJI Unggul Lantaran Warga Mala ...
16:38 LSI: Pasangan AJI Unggul Telak 48 P ...
16:36 KPU Kaji Kampanye di Jejaring Sosial
16:30 Debat Cabup Lumajang Pakai Panelis ...
16:25 Nyalon Pilwali, Sekdakot Mojokerto ...
15:59 Bea Cukai Jatim I Selamatkan Uang N ...
15:55 Ealah, Istri Peni Suparto Kalah di ...
15:47 As'at Malik Netralisir Isu Tak Seda ...
15:40 Pilbup Jombang 5 Juni Jadi Hari Libur
13:12 Tak Ada Dana, 296.625 Ton Raskin Su ...