Jember (beritajatim.com) - Jika ingin memenangkan pencalonan Aburizal Bakrie dalam pemilihan presiden 2014, Partai Golkar harus memakai strategi dengan memperhatikan aspirasi daerah.
"Kalau timnya (tim pemenangan Bakrie) pakai mata Jakarta, telinga Jakarta, strategi Jakarta, sulit untuk menang. Strategi yang dipakai, mata yang dipakai, hati yang dipakai, telinga yang dipakai adalah harus dari orang lapangan, dari bawah," kata Mahmud Sardjujono, tokoh senior dan mantan Ketua Golkar Jember.
Sardjujono menyarankan agar Golkar mengintensifkan pemenangan di desa. Pasalnya, di desa, isu lumpur Lapindo tidak begitu terdengar. "Kalau di desa, orang tidak peduli masalah Lapindo. Isu Lapindo berlaku di kota. Di desa tidak laku. Sementara isu Lapindo menjadi senjata utama menghabisi Bang Ical (sapaan akrab Aburizal)," katanya.
Namun, Sardjujono percaya, isu Lapindo tidak akan efektif untuk mengguncang posisi Bakrie di pilpres. "Rakyatnya sana (Sidoarjo) tidak marah-marah. Rakyatnya malah ingin terdampak. Yang protes-protes itu bukan karena Lapindo. Dulu protes karena lapindo, tapi ketika diganti dengan harga mahal, orang yang tidak masuk wilayah terdampak mereka protes. Orang yang protes adalah yang tidak dimasukkan wilayah terdampak," kata mantan Wakil Ketua DPRD Jember ini. [wir]