Beritajatim Google  
 

H Usman Berniat Tuntut Balik Juanasari
Aksi 'Jambak' Anggota Dewan Berbuntut Panjang

Rabu, 01 Agustus 2012 22:07:04 WIB
Reporter : M. Ismail

Sidoarjo (beritajatim.com) - Main jambak yang dilakukan H Usman, anggota FPKB DPRD Sidoarjo, terhadap Ketua FPD DPRD Sidoarjo Juanasari semakin memanas. Usman mengaku tidak menjambak dan bahkan siap melapor balik atas tuduhan pencemaran nama baik.

"Saya akan laporkan balik pencemaran nama baik karena saya tidak pernah menjambak Juanasari," tandasnya kepada  wartawan saat berada di ruang Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Abdul Kholik Rabu (1/8/2012).

Usman juga tak gentar bila dilaporkan ke polisi. Dan, coba bukan wanita akan dihajarnya. "Saya merasa difitnah dalam soal ini," tegas Usman, yang didampingi Ketua FPKB Amir Aslichin dan sejumlah anggota FPKB lainnya.

Pengakuan dan perasaan Usman, sepertinya beda dengan penilaian kalangan dewan yang menyaksikan kejadian itu. Seperti yang diungkapan Ketua Fraksi Hanura-Gerindra, I
Wayan Dendra SH MH kalau tindakan Usman memang menjurus kekerasan fisik. “Usman mencengkeram krah baju Juanasari. Kalau itu saya tahu persis,” ungkapnya kepada wartawan.

Ucap Wayan, peristiwa itu terjadi saat berbuka puasa di restoran Hotel Mercure, Jakarta Minggu (29/7/2012). Diakuinya saat itu, dia duduk berhadapan dengan Setwan DPRD Sidoarjo, Endang Soesijanti. Sedangkan, H Usman, Choirut Tafta Zani, Emir Firdaus dan H Kholik duduk bersama di sebuah meja panjang.

Setelahnya, terlihat Juanasari dan Tafta terlibat pembicaraan serius dengan H Usman. Tapi apa yang dibicarakan, tak didengarnya. Dirinya lansung berdiri saat melihat Usman merangsek menuju Juanasari dan mencengkeram krah baju Juanasari sembari mengeluarkan kata-kata kasar.

"Saya mendekat melerai karena tidak bisa terima ada lelaki berlaku kasar kepada wanita. Dia (Usman, red) saya bujuk supaya tidak emosional,” ungkap Ketua DPC Partai Hanura itu.

Terpisah, Juanasari juga mengaku tidak punya persoalan dengan Usman. Namun, kini dirinya menjadi korban aksi kekerasan Usman. "Ini urusan antara saya dan dia. Sebagai seorang wanita tidak pantas diperlakukan seperti itu. Wajar kalau saya melaporkannya ke polisi," tukas anggota komisi C itu.

Putri Ketua DPC Partai Demokrat H Sarto itu juga mengaku tersinggung atas ucapan Usman di media, kalau tindakannya itu sebagai pelukan sayang, dan dia bukan muhrimnya. "Tidak sepantasnya Usman seperti itu, karena apa yang dilakukan sudah membuat saya syock," tuturnya. [isa/but]

Akses http://m.beritajatim.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
Badan Kehormatan , 2012-08-02 04:39:42
wah..wah..wah...Haji kok emosional, tidak pantas menyandang gelar haji, maunya main kasar ngajak ribut, komennya aja mau hajar kalo lawannya bukan wanita....apa pantas perilaku haji kayak gitu...jangan2 haji cabul, udah mundur saja dari anggota dewan, ndak pantas anda duduk didewan...dak punya malu dan memalukan
1 Komentar 1  

08:48 Baru 3 Bacaleg Kota Mojokerto Urus ...
08:09 Pilwali, Warga Bumi Arema Diliburkan
04:04 Wamenham: Tak Perlu Panik OPM di I ...
23:32 Jokowi Segera Tarik Aparat dari Wad ...
23:20 Ke Lumajang, Ridho Rhoma Dukung Ali ...
21:57 Pilwali Malang, FKUB Himbau Warga J ...
21:21 Diduga Tidak Netral, KPPS Dilapork ...
20:37 Tiga Anggota DPRD Kabupaten Madiun ...
20:15 Alat Peraga Cabup Melanggar, Panwa ...
19:26 Satu Cabup Belum Laporkan Dana Kamp ...
19:03 Dispendukcapil Surabaya Sediakan Al ...
18:41 Mahasiswa Tolak Pembangunan Gedung ...
18:31 Mega-SBY Sudah Berdamai?
18:10 Pilkades Kisruh, Kabag Pemdes Terancam
17:49 Dewan: Stadion Pamekasan Bisa Dipak ...