|
Duh..Seorang PSK Melahirkan di Trotoar
Sabtu, 05 Desember 2009 11:26:32 WIB
Reporter :
Brama Yoga Kiswara
Malang (beritajatim.com) - Seorang Pekerja Seks Komersial di Malang, Jumat (4/12/09) malam, melahirkan bayi laki-laki. PSK yang diketahui bernama Setyowati (27) warga Desa Torongrejo, Bumiayu, Batu ini, tiba-tiba merasakan mulas saat berada di sekitar jembatan Kahuripan, Kota Malang.
Dari informasi yang dihimpun, Setyowati selama ini kerap tinggal di sekitar jalan Kahuripan, dekat jembatan. Meski siang kemarin tidak ada tanda-tanda melahirkan, saat kejadian, ia sedang berjalan mondar-mandir di trotoar.
Menurut Sugimin, seorang pemulung yang kenal baik dengan Setyowati, dirinya tak mengira jika akan melahirkan di trotoar. Wati memang sering berada di daerah ini. Saat kejadian, saya tak tahu kalau ia akan melahirkan,” kata Gimin.
Selang beberapa jam, Wati sempat terjatuh dan mengaku mulas pada bagian perutnya. Karena kasihan, beberapa warga yang mengetahui hal itu, sempat memberinya minum.
“Saat itu, saya sudah tawarkan untuk dibawa ke rumah sakit saja menggunakan becak. Soalnya, dari tanda-tandanya, kelihatannya seperti hendak melahirkan," terang Gimin.
Karena Setyowati menolak, Gimin pun tak bisa berbuat apa-apa. Nah, saat itulah, tiba-tiba, Wati sudah terlentang dan banyak mengeluarkan darah. Tahu begitu, beberapa warga sempat memberinya jas hujan untuk alas tidur saat Wati melahirkan.
Tak berapa lama, si jabang bayi berjenis laki-laki ini pun berhasil keluar hanya dalam waktu kurang dari 15 menit. Karena Iba, beberapa teman Wati yang berprofesi sama dengannya sempat memberikan handuk untuk menutupi bayi Setyowati yang saat itu masih penuh darah dan tali pusar.
Setyowati dan bayinya akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang, atas bantuan mobil patrol Polsek Klojen. Sesampainya dirumah sakit, bayi mungil ini dimasukkan incubator untuk menormalkan suhu tubuhnya. Dari catatan medis, kondisi bayi Setyowati pun sehat. Dengan berat 3,8 Kilogram, bayi sepanjang 50 cm itu kini masih dalam perawatan pihak rumah sakit.
Menurut teman-teman Setyowati, dikalangan rekan seprofesinya, Wati memang punya paras yang lumayan manis. Selain berkulit bersih, Wati memang kerap jadi primadona beberapa laki-laki hidung belang. Diduga, ia terpaksa terjun ke lembah hitam karena terdesak ekonomi.(yog/eda) |