Beritajatim Google  
 

Demo Tolak Pengeboran Gas PT EML
Warga Khawatir Pencemaran Lingkungan
 

Selasa, 15 Mei 2012 12:10:46 WIB
Reporter : Temmy P.

Sumenep (beritajatim.com) - Ratusan Warga Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep yang berunjuk rasa menuntut pengeboran gas PT Energi Mineral Langgeng (EML), ditutup, mengaku khawatir terjadinya pencemaran lingkungan.

Salah satu warga setempat, Juwairiyah menuturkan, selama ini warga Desa Tanjung sudah hidup berkecukupan, meskipun tidak ada perusahaan migas. "Kami kan kerja-kerja sendiri. Cari makan sendiri, tanpa bantuan siapapun baik Bupati maupun DPRD. Kami bisa hidup sempurna sekalipun tanpa perusahaan," tegasnya, Selasa (15/05/12).

Karena itu, Juwairiyah meminta agar PT EML berhenti beroperasi, apabila hanya merugikan masyarakat dan menimbulkan pencemaran lingkungan. "Kami khawatir pencemaran lingkungan. Kalau itu terjadi, kesehatan kami kan terancam juga. Kami kira PT EML tahu soal dampak itu dan bisa memperhitungkannya," ujarnya.

Ia bahkan dengan tegas meminta PT EML menghentikan pengeboran, apabila tidak bersedia bertanggung jawab terhadap masyarakt. "Kalau tidak mau bertanggung jawab, lebih baik perusahaan ditutup saja. Tidak perlu beroperasi lagi. Daripada masyarakat yang harus menanggung kerugiannya. Rumput laut hancur, ikan-ikan mati, dan lingkungan tercemar," terangnya.

Sebelumnya, sekitar 500 warga Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, berunjuk rasa ke Pemkab dan DPRD, menuntut agar pengeboran gas PT EML ditutup. Warga menganggap pengeboran tersebut telah merusak rumput laut. Padahal selama ini rumput laut merupakan mata pencarian utama warga setempat. Belum lagi banyak ikan-ikan yang mati akibat pengeboran, hingga merugikan para nelayan.

PT Energi Mineral Langgeng (EML), 3 April 2012, meresmikan penanjakan sumur gas ENC 1 di Desa Tanjung, Kecamatan Saeronggi. Belum bisa dipastikan, berapa besar kandungan gas di sumur Tanjung yang sudah diamati selama 6 tahun. Namun diperkirakan jika pengeboran berhasil, kandungan gasnya cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di Madura, sekitar seribu megawatt.[tem/kun]

 

Akses http://m.beritajatim.com dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
KOMENTAR ANDA Posting Komentar 
0 Komentar

10:24 Minum Racun Serangga, Petani Tewas
20:12 Cuaca Tak Tentu, Nelayan Kenjeran T ...
19:23 Pemakan Hati Ibu Alami Gangguan Jiw ...
17:03 Anggota PP Tuban Diculik Mobil Dira ...
16:15 Pemakaman Veven SP Wardhana Berlang ...
16:11 Bus Masuk Jurang Timpa Rumah
11:52 Tiada Hujan, Sampang Mendadak Banjir
10:24 Turis Cina Diminta 'Tak Meludah' Se ...
03:03 Pelantikan Ketua TITD Hok Swie Bio ...
23:45 Berangkat Mancing, Suhadi Tewas Te ...
22:00 Gedung Untuk Kawinan, Jalan Raya Sa ...
21:26 Hitung Ulang Pilkades Banmaleng Ricuh
19:09 Areal Persawan di Madiun Diserbu O ...
18:58 Harga Tiket KA Lebaran Capai Rp 60 ...
18:47 Hirup Gas Beracun, TKI Asal Mojoany ...