Sumenep (beritajatim.com) - Sebanyak 58 imigran gelap asal Irak dan Iran yang terdampar di Pulau Gowa gowa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Minggu (29/07/12), dievakuasi ke Pelabuhan Kalianget.
Kapolres Sumenep, AKBP Dirin, menjelaskan, proses evakuasi terhadap para imigran tersebut dilakukan dengan menggunakan perahu rakyat. "Kami menyewa perahu masyarakat untuk mengevakuasi dari pulau Gowa gowa ke Kalianget," katanya.
Menurut Dirin, dari Pelabuhan Kalianget, para imigran berikut tiga ABK akan dievakuasi ke Surabaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. "Kami sudah siapkan bus milik Polres dan satu bus lagi yang kami sewa untuk mengangkut para imigran tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut Dirin memaparkan, pihaknya menyiapkan pengamanan all out selama proses evakuasi para imigran tersebut, mulai dari Gowa gowa hingga perjalanan darat ke Surabaya nanti. "Kami tidak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya penyerangan terhadap anggota seperti yang terjadi di daerah lain. Makanya anggota yang kami siagakan dalam jumlah cukup," terangnya.
Sebelumnya, sebanyak 58 imigran terdampar di Pulau Gowa gowa setelah kapal kayu yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin. Dari 58 imigran tersebut, 40 diantaranya laki-laki, 13 perempuan, dan 5 anak. Mereka berkebangsaan Irak dan Iran. Kapal kayu yang mereka tumpangi saat ini kandas di perairan Raas, sekitar 1 km dari daratan Gowa gowa. Kapal tersebut diawaki seorang nahkoda dan tiga ABK. Sayangnya nahkoda kapal kabur dan sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. [tem/kun]