Sabtu, 17 Nopember 2018

MIGO, Aplikasi Sewa Sepeda Listrik Layani 1.000 Pengguna di Surabaya

Senin, 06 Nopember 2017 19:51:26 WIB
Reporter : Renni Susilawati
MIGO, Aplikasi Sewa Sepeda Listrik Layani 1.000 Pengguna di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) - Di tengah upaya pemerintah untuk mendorong pengurangan emisi gas buang dan penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan rupanya ditangkap perusahaan rintisan (startup) Migo. Ya, Migo merupakan layanan persewaan sepeda listrik (Electric Bike/e.-bike) pertama di Indonesia.

Migo menerapkan sistem e-bike sharing dan eco-energy melalui teknologi baru dan aplikasi mobile.

Menariknya, Surabaya menjadi kota pertama kehadiran Migo. Manager Operasional Migo, Vivi mengatakan, dipilihnya kota Surabaya sebagai kota pertama, selain karena menjadi kota kedua terbesar di Indonesia, kondisi jalan di kota ini masih sangat memungkinkan.

"Namun bukan berarti kita tidak melirik kota lain. Bali dan Jakarta tetap menjadi target kita pengembangan selanjutnya," katanya di kantor pusat Migo di Educity Pakuwon City Surabaya, Senin (6/11/2017)

Dipaparkannya, Migo memiliki keunggulan teknologi yang berbeda dari transportasi lainnya. Mulai dari awal pendaftaran, proses isi ulang saldo, membuka, mengunci hingga mengembalikan Migo ke stasiun hanya cukup menggunakan satu smartphone di tangan.

"Semua kegiatan tersebut bisa dilakukan sangat mudah dan sederhana. Selain itu dari sisi ramah lingkungan, penggunaan Migo tidak mengeluarkan emisi yang dapat mencemarkan udara. Transportasi ini sangat baik untuk mendukung pengurangan polusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Hal ini membuat Migo nyaman dipakai untuk jalan ke manapun dan kapanpun," beber Vivi.

Konsep e-bike sharing, lanjut dia, sudah berkembang di sejumlah negara, sepeti Singapura, China, Perancis, Mexico, bahkan Amerika Serikat.

Vivi mengklaim, saat ini Migo sudah memiliki sekitar 1000 unit sepeda listrik, dimana dari jumlah itu sudah tersebar sekitar 500-600 unit di 100 titik station di sejumlah di Surabaya.

“Sejak diluncurkan pada Juli 2017 lalu, aplikasi Migo telah diunduh 1.800 orang dengan pengguna aktif sebanyak 1.000. Dan hingga akhir tahun nanti kami menargetkan pencapaian 2 ribu pengunduh,” ujar Vivi.

Saat ini, lanjut Vivi, pengguna MIGO masih didominasi kalangan pekerja yang mencapai 40 persen, mahasiswa 30 persen dan sisanya ada pada segmen ibu rumah tangga dan lainnya.

Berapa tarif yang dikenakan kepada customer? Vivi mengklaim sangat murah. Tarif dikenakan untuk kilometer dan waktu. "Tarif dasar kami kenakan Rp 2.000 untuk 2 kilometer pertama, lalu kilometer selanjutnya hanya dikenakan Rp 500 per kilometer. Sementara penerapan tarif tunggu atau tarif berhenti dikenakan hanya sebesar Rp 500 per 15 menitnya," jelasnya.

Untuk bisa menikmati layanan sewa sepeda listrik Migo, Anda bisa langsung mendownload aplikasi Migo melalui Play Store atau App Store. Pembayaran bisa melalui transfer rekening atau melalui e-money dan bisa dilakukan isi ulang. Untuk pengguna awal, saat mengisikan pulsa sejumlah Rp 100 ribu, maka akan mendapat bonus tambahan sebesar Rp 100 ribu. Artinya saldo langsung tersedia sebesar Rp 200 ribu yang siap digunakan bersepeda.

"Dan selama bulan November 2017 ini, kami menggelar promo menarik yakni konsumen bebas bersepeda Migo tanpa dikenakan tarif alias gratis untuk perjalanan. Jadi manfaatkan kesempatan ini dengan mendatangi substation-substation yang ada di dekat Anda," ujar Vivi.

Sekadar diketahui, beberapa substation Migo telah ada di sejumlah kawasan perumahan dan areal publik di Surabaya, seperti Terminal Joyoboyo, sekitar City of Tomorow (Cito), Tunjungan Plaza, Kampus Unair, dan tak lama lagi akan hadir di depan Surabaya Plaza (RRI), dan beberapa titik lokasi lain.

"Dengan slogan Just Ride It, Migo berharap dapat menjadi layanan persewaan sepeda listik yang modem, ramah Iingkungan, ekonomis, nyaman dan menjadi altematif transportasi masyarakat," pungkas Vivi.[rea/kun]

Tag : migo

Berita Terkait

    Komentar

    ?>