Sabtu, 16 Desember 2017

Penjarahan di Kebun Pancursari Rugikan Negara Rp 5,7 Miliar

Rabu, 15 Nopember 2017 12:21:11 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Penjarahan di Kebun Pancursari Rugikan Negara Rp 5,7 Miliar

Malang (beritajatim.com) - Pencurian dan penjarahan lahan Kebun Pancursari PTPN XII di Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, terus meluas.

Tak hanya dijarah, total luas lahan lebih dari 200 hektare itu, beberapa di antaranya yang tumbuh pohon karet juga dibakar orang tak dikenal. Akibat kejadian ini, negara melalui PTPN XII selaku penanggung jawab Kebun Pancursari, harus mengalami kerugian lebih dari Rp.5,7 hektare.

“Luas lahan Kebun Pancursari sekitar 3000 hektare. Sebanyak 177 hektar dijarah. Sementara tanaman tebu di atas lahan PTPN XII seluas 57 hektare juga dicuri. Bahkan pohon karet berjumlah 16 ribu lebih turut musnah karena dibakar,” ungkap Manajer PTPN XII Kebun Pancursari, Hendrianto, Rabu (15/11/2017).

“Kami sangat menyesalkan kenapa penanganan dari kepolisian begitu lambat. Padahal kita sudah melaporkan hingga 10 laporan Polisi baik ke Polda Jatim dan Polres Malang. Namun hanya satu laporan yang sudah ditangani dan masuk proses sidang,” tambah Hendri.

Menurutnya, PTPN XII Kebun Pancursari menuntut keadilan ditegakkan. Karena sebagai aset negara, PTPN XII dirugikan cukup besar.

“Kerugiannya sekitar Rp.5,7 miliar. Padahal setiap tahunya kita patuh membayar pajak PBB saja lebih Rp.3 miliar. Tapi kenapa saat ada kasus penjarahan dan pencurian di lahan PTPN XII, tidak segera diusut tuntas,” sesal Hendri.

Ia membeberkan, banyak kasus di Kebun Pancursari hingga dirinya terpaksa membuat laporan ke Polisi. Selain kasus penjarahan lahan tebu seluas 177 hektare, pembakaran dan perusakan pohon karet, perempesan tanaman, pihaknya juga melaporkan kasus pencurian tebu seluas 53 hektar.
 
Namun langkah kepolisian dalam menyikapi hal ini terkesan lamban. Padahal kasus tersebut sudah terjadi sejak tahun 2016 tahun lalu hingga November 2017 tahun ini, dari 10 kasus yang dilaporkan PTPN XII ke Polisi, hanya satu yang diproses hingga kejaksaan.

“Itupun laporan pada Maret 2016 lalu yaitu kasus penggunaan lahan seluas kurang lebih 150 hektare. Berdasarkan laporan polisi nomer LP/261/VIII/2016/JATIM/RES MLG, pada bulan Agustus tahun lalu,” terang Hendri. [yog/but]

Tag : ptpn

Komentar

?>