Sabtu, 17 Nopember 2018

OJK Dorong UMKM Manfaatkan Platform Fintech

Jum'at, 09 Nopember 2018 20:44:04 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
OJK Dorong UMKM Manfaatkan Platform Fintech

Jember (beritajatim.com) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong usaha mikro kecil menengah untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pengembangan bisnis.

Kepala Sub Bagian Pengawasan Bank 2 OJK Jember Handi mengatakan, pihaknya sudah mendorong penggunaan teknologi informasi melalui program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).

"Kami memanfaatkan agen-agen, warung-warung, dan toko-toko di daerah. Salah satu tugas OJK adalah pemerataan pemanfaatan akses keuangan," kata Handi, di sela-sela acara seminar nasional tentang platform OJK dalam pemberdayaan UKM di Indonesia di era industri 4.0, yang digelar Ikatan Keluarga Alumni PMII dan OJK, di Hotel Panorama, Jumat (9/11/2018) sore.

Agen-agen, warung, dan toko di daerah pinggiran ini bisa menggantikan fungsi finansial perbankan yang tidak memiliki unit terkecil yang menjangkau daerah tersebut. "Dengan menjadi agen, dibutuhkan teknologi. Kami mendorong teknologi (financial techonology atau fintech) ini agar bisa mendukung UMKM," kata Handi. Dia berharap banyaknya sosialisasi bisa mendorong UMKM menggunakan teknologi tersebut.

Handi mengatakan, fintech hanyalah platform yang mempertemukan antara orang yang menaruh dana dan peminjam dana. Soal bunga yang akan dikenakan kepada peminjam tergantung pada mekanisme pasar. "Kalau kita bicara bank umum atau BPR, mereka sudah 'settle'. Mereka sudah menekan dari sisi biaya," katanya.

Fintech adalah hal baru dan menarik. "Menariknya karena kemudahan itu yang mungkin saat ini masih masih bernilai. Mungkin karena permulaan, harapan kami semakin banyak yang taruh dana, tingkat kepercayaan semakin tinggi, tentunya bunganya tidak akan tinggi. Kalau sekarang karena orang yang posisi menaruh dana sedikit, sementara permintaan banyak. Orang banyak minta, harga akan naik. Jadi fintech hanya platform. OJK mengatur regulasinya agar masyarakat tidak dirugikan. Kelembagaannya masih perlu kami dalami lagi di ketentuannya," kata Handi. [wir/but]

Tag : bisnis

Komentar

?>