Jum'at, 24 Nopember 2017

Duh.. Curi Motor Buat Bayar Arisan Otok-otok

Rabu, 13 September 2017 21:03:54 WIB
Reporter : Ragil Priyonggo
Duh.. Curi Motor Buat Bayar Arisan Otok-otok

Surabaya (beritajatim.com) - Bingung mencari uang agar tetap bisa ikut arisan atau otok-otok adat Madura, Ali Mansur (37), warga Jalan Tambak Lumpang, Surabaya ini nekat mencuri motor. Korban pencurian adalah M Roni, warga Jalan Tambak Pring Barat Blok D /37 Surabaya.

Akibatnya pria dengan mempunyai tato bunga mawar harus menginap di hotel prodeo Polrestabes Surabaya. Saat tim anti bandit melakukan penyekatan di jembatan tol Suramadu, Senin (28/8) lalu.

"Dia ditangkap saat hendak membawa motor Honda Vario dengan nopol L 5119 Y. Pada saat kami periksa, ternyata motor tersebut tidak dilengkapi surat-surat yang sah," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela, Rabu (13/9/2017).

Leo menjelaskan kecurigaan terhadap tersangka semakin kuat setelah, polisi mendapati jika kunci kontak motor tersebut dalam keaadan rusak. Mansur tak bisa mengelak setelah polisi melakukan penggeledahan dan menemukan sebuah kunci T yang ia simpan di saku celana tersangka.

"Setelah kami amankan, tersangka mengakui jika motor tersebut baru saja ia curi dari sebuah rumah di kawasan Jalan Tambak Pring Barat," lanjut Leo.

Perwira asal Medan ini menjelaskan aksi tersangka dimulai setelah ia melihat motor korban yang diparkir di teras rumah. Setelah melihat target, dia lantas kembali ke rumah untuk mengambil kunci T dan anak kunci palsu. Kemudian setelah tiba di rumah korban, tersangka ini memasukkan kunci T ke lubang kunci motor dan merusaknya.

"Setelah berhasil, ia lantas membawa motor tersebut ke Madura untuk dijual ke penadah. Namun aksinya gagal lantaran kami berhasil menangkapnya di jembatan Suramadu," ujar Mantan Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya ini.

Setelah diamanakan dan dilakukan pemeriksaan, ternyata Mansur bukan pertama kalinya berurusan dengan polisi. Sebab sebelumnya kuli panggul di Jalan Margomulyo ini sudah dipenjara dua kali, yakni kasus perjudian dan kasus pencurian alat alat truk. Hanya saja untuk curanmor baru teridentifikasi sekali.

"Namun kami masih kembangkan untuk mencari TKP lainnya," tandas alumnus akpol tahun 2000.

Sementara itu, kepada polisi Mansur mengaku baru sekali melakukan aksi curanmor. Dia nekat beraksi lantaran butuh uang untuk membayar arisan atau otok-otok dalam istilah Madura. Rencanya ia akan menjual motor tersebut  kepada penadah.

"Saya tidak tahu harganya, sebab belum pernah menjual motor curian," ungkapnya.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlabarang bukti. Di antaranya motor  milik korban, satu buah kunci T dan anak kunci motor. [gil/but]

Komentar

?>