Rabu, 17 Oktober 2018

Maraknya Teror Terhadap Tokoh dan Simbol Agama, Ini Imbauan Polri

Selasa, 13 Februari 2018 20:56:04 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Maraknya Teror Terhadap Tokoh dan Simbol Agama, Ini Imbauan Polri

Surabaya (beritajatim.com) - M Iqbal selaku karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri di sela-sela peresmian masjid Arif Nurul Huda yang ada di Polda Jatim menyatakan pihaknya sudah melakukan beberapa hal dalam insiden teror terhadap tokoh dan simbol agama yang terjadi dua pekan ini.

Upaya yang dilakukan pihak kepolisian di antaranya adalah pendekatan yakni dengan melakukan recovery, pertolongan terhadap korban. Tersangka juga sudah diamankan guna penyelidikan lebih lanjut. Selain itu juga melakukan upaya antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
 
"Upaya antisipatif itu dilakukan dengan cara merangkul semua komponen masyarakat untuk melakukan penguatan di wilayah masing-masing," ujar Iqbal, Selasa (13/2/2018).

Selain itu lanjut mantan Kapolrestabes Surabaya ini pihak kepolisian juga mendalami kasus-kasus tersebut, seperti kejadian di Sleman, hal itu merupakan murni tindak pidana namun hal itu akan tetap didalami. Tim sudah bekerja dan Kapolri juga sudah mengirimkan tim kusus datasemen 88.

"Polri mengimbau agar masyarakat tetap tenang, jangan berspekulasi terhadap hal-hal yang meresahkan. Jangan memframing suatu masalah dengan framing khusus. Apabila ada perbuatan pidana maka akan diproses secara hukum. Doakan saja agar kami bisa menyelsaikan semua kasus ini," ujarnya.

Diketahui, dalam dua pekan ini ada beberapa kejadian yang menyangkut tokoh dan simbol negara. Pertama menimpa pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri (Mama Santiong) yang diserang usai salat subuh pada 27 Januari 2018 lalu.
 
Selang beberapa hari kemudian, Komando Brigade PP Persis Ustaz Prawoto juga dianiaya pada 1 Februari lalu di Bandung. Nahas, Ustas Prawoto akhirnya meninggal dunia.

Sedangkan di Biksu Mulyanto Nurhalim asal Desa Babat, Tangerang, Banten menghadapi persekusi warga. Pada Sabtu lalu (10/2/2018), Nurhalim dipaksa menandatangani surat perjanjian supaya tak menggelar kegiatan peribadatan di desanya sendiri.

Kemudian penyerangan di Gereja St Lidwina, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Pelaku bernama Suliyono asal Banyuwangi, menyerang para jemaah dan pastor gereja dengan pedang. Dan yang masih baru adalah sekelompok orang yang mengamuk dan menyerang masjid di Tuban, Selasa (13/2/2018) dini hari.

Akibatnya, kaca dari pintu dan juga jendela di masjid Baiturrohim pecah berantakan. Infomasi yang dihimpun beritajatim.com menyebutkan, penyerangan masjid jami' itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Pelaku membawa mobil pribadi yang terdapat sebanyak enam orang termasuk dua anak kecil. [uci/but]

Tag : teroris

Komentar

?>