Minggu, 25 Juni 2017

7 Proposal Lolos, ITS Terima Dana Riset Kemenristek-Dikti

Rabu, 11 Januari 2017 23:07:24 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
7 Proposal Lolos, ITS Terima Dana Riset Kemenristek-Dikti
Prof Dr Adi Soeprijanto MT

Surabaya (beritajatim.com) - Tujuh proposal mengenai merintis sebuah program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dinyatakan lolos oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Proposal itu dianggap sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan tinggi saat ini.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITS, Prof Dr Adi Soeprijanto MT, menjelaskan, kampusnya ikut andil dalam CPPBT, yang tujuannya untuk menunjang program hilirisasi hasil riset perguruan tinggi.

"Riset yang diutamakan oleh Kemenristekdikti adalah jenis penelitian yang sudah matang. Paling tidak harus sudah ada prototype-nya, awalnya kami mendaftarkan 13 proposal, dan 11 di antaranya dapat lolos dari tahap administrasi (Desk Evaluation). Namun hingga akhir, hanya ada tujuh proposal yang dapat bertahan, sedangkan enam lainnya terpental," tutur Adi, Rabu (11/1/2016).

Ia mengungkapkan, proposal yang dinyatakan lolos di antaranya berjudul Produksi dan Perancangan Battery Management System untuk Battery Jenis Lithium Ion dengan Andi Rahmadiansyah ST MT sebagai penanggung jawab. Kemudian Perusahan untuk Mengembangkan dan Membuat Body Part dan Aksesoris Otomotif yang dikepalai oleh Stefanus Eko Wiranto ST MT.

Judul selanjutnya yang lolos adalah Perusahaan Rancang Bangun dan Manufaktur Controller Motor Listrik dan Sistem Komputer Utama Kendaraan Listrik yang dibawahi oleh Alief Wikarta ST MSc Eng PhD. Lalu, Gesits Motor Listrik Indonesia: Rancang Bangun Bldc Motor Listrik Aksial oleh Dr Muhammad Nur Yuniarto, serta Powertrain Indonesia: Rancang Bangun dan Pembuatan Chassis & Drive Train Kendaraan Listrik dengan Indra Sidharta ST MSc sebagai penanggungjawab.

"Kelima proposal tersebut memang sengaja ditujukan untuk mendukung proses produksi spare parts dari motor listrik ITS "Gesits". Sedangkan untuk dua proposal lainnya justru memboyong objek penelitian yang berbeda. Yakni, Produksi Fasilitas Monitoring Keselamatan Instalasi Dan Bangunan Di Laut Berbasis Automatic Identification System (AIS) dengan A A Dinariyana Dwi Putranta ST MES Ph D sebagai penanggung jawab," kata Adi.

"Adapun proposal terakhir yang lolos lebih melirik ke arah produksi material, yaitu Perusahaan Penyedia Teknologi Smelter Nikel Berbasis Mini Blast Furnace yang diampu oleh Sungging Pintowantoro ST MT Ph D," sambungnya.

Sementara untuk proses seleksi secara umum, dijelaskannya, terdapat tiga tahapan seleksi yang harus dilalui oleh setiap proposal yang diajukan. Antara lain seleksi administrasi (Desk Evaluation), yang bertujuan memeriksa hal-hal teknis seperti kesesuaian konten proposal dengan persyaratan yang telah ditentukan serta kesesuaian penulisan berdasarkan format yang ditetapkan.

"Tahap selanjutnya adalah seleksi substansi, yang meliputi beberapa aspek seperti teknologi inovasi, peluang pasar, keuangan dan rencana kegiatan CPPBT (Action Plan). Tahap yang terakhir adalah fact findings. Dalam tahap ini, tim seleksi akan memverifikasi data dan informasi yang disajikan dalam proposal dan presentasi apabila diperlukan," papar Adi.

Masih kata Adi, dana riset yang diterima ITS, akan disalurkan untuk berbagai keperluan dalam merintis sebuah perusahaan berbasis teknologi. "Misalnya dalam hal pembelian bahan baku, pengujian produk, pelatihan atau promosi," tandasnya. [ito/suf]

Komentar

?>