Rabu, 25 April 2018

Manusia, Jadi Persoalan Utama Pencapaian SDG's di Jember

Selasa, 13 Februari 2018 20:24:17 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Manusia, Jadi Persoalan Utama Pencapaian SDG's di Jember

Jember (beritajatim.com) - Persoalan aspek manusia adalah persoalan penting yang harus segera ditangani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, agar Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia berhasil. Pemerintah daerah perlu bekerjasama dengan Universitas Jember untuk mengidentifikasi persoalan dan pemetaan penyelesaian masalah secara lebih rinci.

Hal ini disampaikan Adhitya Wardhono, doktor studi pembangunan yang menjadi salah satu pembicara dalam acara Forum Kajian Pembangunan yang membahas masalah SDGs di Fakultas Ekonomi Universitas Jember, Selasa (13/2/2018). Acara ini merupakan kerjasama antara Australiam National University (ANU) dengan FE Universitas Jember dan sudah memasuki tahun ketiga.

Adhitya mengatakan, SDGs merupakan kelanjutan MDGs (Millennium Development Goals), dengan jumlah target, tujuan, dan indikator yang lebih banyak. Jika dalam MDGs hanya ada delapan tujuan, 21 target, dan 60 indikator, maka dalam SDGs ada 17 tujuan, 169 target, dan 304 indikator.

"Yang jadi concern dalam SDGs sebetulnya mengoneksikan people, planet, prosperity, peace, dan partnership. Itu yang harus mampu dicapai pemerintah daerah. Kami meng-encourage pemerintah daerah agar bisa bekerjasama dengan universitas untuk melihat apa yang perlu dikerjakan ke depan," kata Adhitya.

Universitas Jember dalam waktu dekat akan mendirikan SDGs Center. Adhitya berharap para akademisi bisa dilibatkan dan menjadi bagian terintegrasi perencanaan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta melakukan pemetaan bersama.

Adhitya menyebut isu SDGs paling mendasar di Jember adalah manusia. "Kalau bicara people (manusia), belum makmur. Kita punya masalah di kemiskinan. Jadi sekarang bagaimana mengeliminasi ini melalui kebijakan," katanya.

Salah satu yang penting adalah masalah paradigma. "Kita sekarang punya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Tapi apakah kemudian sesederhana itu untuk menurunkan kemiskinan? Ke depan, kita harus punya paradigma sehat di masyarakat daerah, sehingga kelak kita tidak lagi mengatakan uang (anggaran) BPJS kurang. Paradigma ini belum terkoneksi, padahal dalam SDGs semua terkoneksi dan harus dipikirkan berkesinambungan," kata Adhitya. [wir/but]

Tag : unej

Komentar

?>