Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Tokoh Lintas Agama Jember Khawatir Isu Santet Terulang

Selasa, 13 Februari 2018 19:04:31 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Tokoh Lintas Agama Jember Khawatir Isu Santet Terulang

Jember (beritajatim.com) - Tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengeluarkan lima butir pernyataan bersama terkait kekerasan dengan mengatasnamakan agama yang terjadi di sejumlah tempat akhir-akhir ini.

Pernyataan bersama ini ditandatangani di kantor FKUB, Selasa (13/2/2018). Dari kalangan muslim, ada KH Abdul Muis, Moh. Muslim, Zainil Ghulam. Kalangan Katolik diwakili Romo Suwaji dan dan J. Suhartono. Umat Hindu diwakili Nengah Sukarya, dan umat Budha diwakili Djenal Aura Dharma.

FKUB Jember menilai, peristiwa penyerangan ulama di Bandung dan gereja di Jogjakarta telah mencederai kebhinnekaan bangsa Indonesia. "Maka kami mengecam tindakan kekerasan terhadap sejumlah kiai dan ustadz serta rumah ibadah yang telah melukai kebhinnekaan dan semangat nasionalisme di berbagai tempat di Indonesia," kata Muis.

Kedua, FKUB Jember menuntut presiden dan aparat penegak hukum agar bersikap tegas dan segera menjatuhkan hukuman yang adil sesuai konstitusi terhadap pelaku guna menjaga stabilitas negara.

"Ketiga, kami mengimbau kepada seluruh umat beragama untuk menahan diri dan tidak terprovokasi terhadap aksi yang akan menimbulkan retaknya kerukunan di negeri kita," kata Muis.

FKUB mengutuk segala bentuk kekerasan berbau suku, agama, ras, dan antargolongan, karena dapat mengadu domba umat beragama. "Terakhir, kami mendesak pimpinan daerah (bupati, kapolres, kejaksaan, dan Kementerian Agama) untuk segera duduk bersama menjaga stabilitas di Kabupaten Jember, karena Jember dan Banyuwangi pernah mengalami sejarah kelam terkait isu santet pada 1998 lalu," kata Muis. [wir/but] 

Tag : aksi 212

Komentar

?>