Rabu, 17 Oktober 2018

Khawatir Gempa Susulan, Warga Pilih Tidur di Kebun

Kamis, 14 Juni 2018 13:39:29 WIB
Reporter : Temmy P.
Khawatir Gempa Susulan, Warga Pilih Tidur di Kebun

 Sumenep (beritajatim.com)--Gempa bumi yang terjadi di wilayah Sumenep menimbulkan 'trauma' bagi para korban. Sebagian warga yang rumahnya rusak terkena gempa, memilih tidur di tanah lapang.

"Ada beberapa warga yang takut ada gempa susulan. Jadi mereka tidak mau tidur di dalam bangunan. Mereka memilih tidur di tegalan (kebun tanpa tanaman,red)," kata Sekretaris Desa Bula'an, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Heri, Kamis (14/06/2018).

Pada Rabu (13/06/2018) pukul 20.06 WIB, warga Sumenep merasakan guncangan gempa. Berdasarkan rilis Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika wilayah III Denpasar, gempa tersebut terjadi sekitar 6 km timur laut Sumenep, dengan kedalaman 12 km. Kekuatan gempa tersebut 4,8 Skala Richter

"Gempa itu menyebabkan dinding rumah warga kami roboh. Gentingnya berantakan. Mangkanya warga trauma. Khawatir ada gempa lagi. Mereka memilih mengungsi di luar rumah, tanpa atap. Hanya beralas tikar," ujarnya.

Gempa itu juga menyebabkan 6 warga terluka akibat terkena reruntuhan bangunan rumahnya. Namun semuanya luka ringan, dan telah mendapat pengobatan dari petugas medis yang mendatangi langsung lokasi korban gempa.

"Hanya ada satu warga yang luka di kepala, akibat tertimpa reruntuhan, yakni Tarti. Ia sempat tertimbun dinding rumahnya yang hancur. Tapi Alhamdulillah selamat," terang Heri.

Keenam warga yang mengalami luka akibat gempa itu adalah Zai, Baina, Tarti, Misrawi, Saliya, dan Wamina. Semuanya warga Desa Bula'an, Kecamatan Batuputih.

Gempa bumi yang terjadi di Sumenep merupakan jenis gempa bumi intraplate dengan hiposenter dangkal. Jenis gempa bumi seperti itu akibat patahan lokal Dari hasil pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa tektonik yang dirasakan warga Sumenep tersebut tidak berpotensi Tsunami. [tem/air]

Tag : gempa bumi

Komentar

?>